Tips Seputar RedDoorz, Hotel Mewah Harga Murah

RedDoorz, great budget at great prices

Siapa di sini yang merasa dirinya seorang backpacker atau budget traveler? Sukanya nginep di dormitory hostel, guesthouse, atau hotel-hotel murah? Makin hari, penginapan murah makin banyak sih. Tapi, penginapan murah dengan fasilitas yang nyaman dan lokasi strategis, kadang masih susah ditemuin! Ada yang murah banget, tapi kamarnya nggak enak, banyak dapet review jelek dari orang-orang. Ada juga yang murah dan enak, tapi lokasinya ada di ujung peradaban manusia. Mungkin didorong oleh kondisi itulah, RedDoorz hadir di Indonesia!

 

Sekilas RedDoorz

Melihat nama dan logonya yang berwarna putih-merah, RedDoorz membawaku kepada asumsi awal bahwa jaringan hotel budget ini adalah metamorfosis dari sebuah jaringan hotel budget yang sudah ada sebelumnya. Ternyata tidak sama sekali, kokoh cici! RedDoorz adalah jaringan hotel murah asli dari Indonesia yang benar-benar baru, dari putra bangsa kita sendiri.

RedDoorz, comfortable rooms at great prices — begitu bunyi slogannya. RedDoorz merupakan jaringan akomodasi budget di Indonesia dengan standar pelayanan berkelas. Berdiri semenjak Juli 2015, RedDoorz sudah berhasil merambah 3 kota besar di Indonesia (Bali, Jakarta, Bandung) dengan 100++ properti yang tersebar.

Toiletries RedDoorz

Toiletries RedDoorz

Menjamin standar pelayanan RedDoorz Service Assurance, setiap kamar di RedDoorz dilengkapi dengan:

  • Akses wifi gratis
  • Televisi kabel
  • Linen (sprei) bersih
  • Kamar mandi higienis
  • Air mineral gratis
  • Peralatan mandi premium khas RedDoorz (sabun, shampoo, moisturizer)

Hotel-hotel RedDoorz langsung memenuhi halaman pertama kalau kamu search harga hotel termurah di Booking.com. Hal ini membuatku bertanya-tanya, “Apakah RedDoorz membangun gedung baru atau menggunakan gedung lama?” Kepala bagian Digital Marketing-nya sendiri, Mr. Puneet Singhal menjawab, RedDoorz menggunakan gedung-gedung properti lama yang kemudian di-rebrand menjadi RedDoorz. Ah, pantes sudah banyak ya..

 

Pencarian Lokasi dan Check-In

Nah, aku sendiri baru saja menginap satu malam di salah satu Hotel RedDoorz pada pekan Imlek lalu, tepatnya di Jl. Mangga Besar V no 1B, Jakarta. Dari posisi awal di kawasan UOB Plaza, aku naik Commuter Line dari Stasiun Sudirman dan turun di Stasiun Jakarta Kota.

RedDoorz Mangga Besar is easily accessible from Jakarta Kota Station

Aku sempat bolak-balik kebingungan mencari RedDoorz ini karena lokasi riil yang tak sesuai dengan Google Maps, serta warga lokal yang juga tak mengetahui keberadaan tempat ini. Di dalam peta, RedDoorz berada di mulut anak jalan. Namun kenyataannya, aku masih harus berjalan sekitar 100-200 meter ke dalam untuk dapat menemukan tempat yang dicari ini. Agak heran sih, nomor 1B memang seharusnya berada di mulut anak jalan. Pun tidak ada papan besar menonjol, hanya sebuah papan kecil di depan pos satpam.

Aku mengemukakan maksud kedatanganku kepada bapak satpam. Dia lalu memanggil seseorang dari dalam gedung, dibalas dengan longokan dari atap gedung dan permintaan untuk aku menunggu sebentar di depan. Pintu dibuka, aku pun masuk ke dalam disambut oleh seorang cici-cici dengan pakaian sehari-hari. Tanpa angpao. Tanpa kue keranjang.

Receptionist room, RedDoorz Mangga Besar

Aku dipersilakan duduk pada salah satu kursi di sebuah ruang depan minimalis, berisi empat buah kursi dan dua buah meja bundar yang ringkas. Aku duduk mengisi lembar data diri yang diberikan, sementara si empunya properti sibuk mengoperasikan sebuah aplikasi dari smartphone. Dugaanku, dia sedang mengkonfirmasi kedatanganku pada aplikasi RedDoorz, mirip seperti yang dilakukan sopir ojek online.

Aku memberikan deposit senilai Rp 300.000,00 sesuai dengan peraturan yang ada saat menginap bersama RedDoorz. Deposit akan dikembalikan saat check-out maksimal jam 12.00, sementara waktu check-in adalah pukul 14.00, tipikal hotel-hotel budget. Seorang bapak paruh baya lalu membawaku masuk ke dalam sayap gedung sebelah kiri yang dipisahkan oleh sebuah toko Indomaret dengan gedung sayap kanan ini. Kayak aku dan kamu gitu deh, dipisahkan oleh jarak dan calon mertua.

 

Fasilitas Hotel dan Kamar

Pintu gedung terbuka setelah penghuni menempelkan smart card pada penampang metal di kenop pintu. Kamarku ada di lantai 2 yang dapat diakses dengan tangga, tepat di ujung lorong. Pintu kamarnya sendiri dapat dibuka dan ditutup secara konvensional menggunakan anak kunci yang dimasukkan ke dalam lubang kunci.

Spreinya rapi, bersih, wangiii

Spreinya rapi, bersih, wangiii

Kamar diisi dengan ranjang berkapasitas 2 orang yang bersih, nyaman, dan wangiii. Fasilitas lainnya adalah AC, meja kecil di samping ranjang, TV layar datar, meja-kursi kerja, cermin, 2 botol air mineral, colokan listrik di beberapa titik, WIFI, lemari, dan penyimpanan sepatu.

Untuk toiletries, RedDoorz menyediakan body wash, shampoo, moisturizer, dan sepasang handuk. Tak ada tissue dan sandal, aku berangkat dari Bandung dengan asumsi bahwa kedua item itu sudah disediakan di RedDoorz. Untungnya di bawah ada Indomaret, jadi bisa mampir beli keperluan sehari-hari.

Interior dan fasilitas RedDoorz Mangga Besar, Jakarta

Kamarnya sendiri bersih, nyaman, dan wangi, enak buat liburan sambil kerja atau main laptop. AC berfungsi dengan baik, menyemburkan udara sejuk ke setiap sudut ruangan. TV juga menyajikan tayangan saluran televisi kabel dan nasional yang jernih, nggak bakal bosen di kamar deh! Lemarinya besar, memiliki banyak ruang untuk menyimpan barang bawaan seperti ransel utama, tas kecil, baju-baju kotor, dan alas kaki.

Dari sini, aku memahami bahwa konsep RedDoorz ini sedikit unik dari konsep hotel-hotel yang lain. RedDoorz lebih mirip seperti AirBnB, menginap di warga lokal seperti Couchsurfing namun berbayar karena kamar dikelola professional. Bedanya, di sini ada kesamaan brand dan standardisasi akomodasi yang berupa 6 hal di atas. Jadi, setiap pemilik properti dapat mendaftarkan propertinya menjadi Hotel RedDoorz. Makanya, RedDoorz lebih memilih kata “akomodasi” untuk mendeskripsikan dirinya, bukan “hotel”.

Shower RedDoorz Mangga Besar, Jakarta

Nah, maka mungkin saja ada beberapa hal yang berbeda dari Hotel RedDoorz yang satu dengan yang lainnya. Ada RedDoorz yang menempati hotel, guesthouse, apartemen, atau kost premium seperti RedDoorz Mangga Besar ini. Eh, kalau kamu punya juga punya pengalaman menginap di RedDoorz, boleh ya share ceritanya.

 

Proses Check-Out dan Kesimpulan

Proses check-out dilayani oleh cici-cici yang kemarin juga menerima kedatanganku. Setelah kondisi kamar dipastikan oke, aku menerima kembali uang Rp 300.000,00 yang semula dititipkan sebagai deposit.

Cable TV - RedDoorz Mangga Besar, Jakarta

Dari segi harga, RedDoorz oke banget! Dengan harga yang sama untuk hotel di Jakarta saat akhir pekan panjang, paling-paling cuma dapet hotel esek-esek di kawasan Mangga Besar, hihihi. Ada yang sama murahnya, tapi lokasi jauh dari pusat kota dan konsentrasi titik wisata Jakarta. Saat itu, rate-nya adalah Rp 200.000 – Rp 250.000, namun akan lebih murah saat memasuki hari biasa.

Waktu check-in dan check-out persis seperti hotel budget yang lain, jadi nggak masalah. Lokasinya strategis banget! Hanya berjarak sekitar 1.5 kilometer dari Stasiun Jakarta Kota, dapat dicapai dengan TransJakarta dan turun di halte Mangga Besar lalu dilanjutkan dengan sedikit berjalan kaki. Ada juga jalur angkot yang lewat persis di depan hotel, tapi maaf aku nggak hafal angkot jurusan apa, hihihi. Kebersihan dan kenyamanan juga oke banget, aku suka wangi spreinya…

A kitchen at the corner

Pemesanan kamar dapat dilakukan melalui web-web reservasi hotel, tapi lebih baik melalui web RedDoorz langsung di www.reddoorz.com atau di mobile site m.reddoorz.com, siapa tahu pas ada promo! Di web reservasi hotel, selain pembayaran melalui kartu kredit dan ATM seperti yang sudah jamak di hotel serupa, bisa juga dilakukan di minimarket. Makin mudah sesuai situasi kita deh!