Hotel Terbaik di Dekat Bandara Jakarta Yang Harus Kamu Kunjungi Setidaknya Sekali!

Hotel Dekat Bandara Soekarno Hatta Digital Airport Hotel

Bandara Soekarno Hatta Jakarta merupakan bandara tersibuk di Indonesia yang menghubungkan antar provinsi dan juga dunia luar.

Dulu, berhubung saya tinggal di Jambi, saya sering naik connecting flight sendiri yang waktu transitnya semalaman atau harus naik pesawat di jam paling pagi/malam sekalian.

Untuk mengisi waktu biasanya saya tidur di bandara, tapi-lama-lama pegel juga loh. Belum lagi ribet sama barang bawaan. Jadinya, kadang saya juga nitip bagasi di Bandara agar lebih leluasa.

Namun sekali-kali, pengen juga dong ah mengistirahatkan badan sebelum dan sesudah penerbangan panjang biar ketika nyampai di daerah tujuan langsung beraktifitas. Kalau nge-gembel lagi, bisa-bisa saya tewas kecapekan. Lagian demi keamanan dan mengingat umur, bolehlah sekali kali memanjakan diri dengan menginap di hotel.

 

Hotel dekat Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Karena cuma buat bobo kurang dari setengah hari, saya maunya hotel yang murah tapi gak murahan. Hostel sebenarnya juga gak masalah sih.

Kira-kira gini kriterianya:

  • Yang penting aman serta bersih.
  • Yang ada antar-jemput gratis (shuttle) ke bandara.
  • Yang ada wifi (online tetap harus jalan dooong…)
  • Yang ada makan pagi, lebih baik lagi walaupun saya tahu karena flight saya subuh kemungkinan saya nggak bakal sempat nungguin koki hotel masak. Ugh!

Banyak maunya, ya! Hahaha…

Dan…

Pilihan saya jatuh ke beberapa penginapan berikut ini :

 

  1. Digital Airport Hotel

    Dulu pas jalan-jalan ke Singapura, saya rela bayar mahal demi pengalaman bobo di hotel kapsul. Eh, tahunya sekarang udah buka yang sama persis di Terminal 3 Domestik dengan nama Digital Airport Hotel.

    Ambiance-nya persis di spaceship atau luar angkasa ngono. Sekali masuk kapsul maka langsung mager beneran dah.

    Harga:
    6 jam (Rp.250.000) & seharian (Rp.375.000)

    digital airport hotel
    Kapsul Digital Airport Hotel

    Digital Airport Hotel

  2. Jakarta Airport Hotel (Terminal 2E)

    Lokasinya ya persis di Terminal 2E. Karena lokasinya memang sudah di bandara, jadi lebih asik. Kebetulan saat itu saya mau ke 2F, jadi cuma sebelahan doang. Satu jam sebelum check-in masih belum telat.

    Proses check-in termasuk cepat. Namun, satu yang menjadi pertimbangan saya adalah hotel ini banyak banget tangganya, mulai dari masuk dari area lobby ke kamar. Enggak tahu kenapa, tapi tentu menyulitkan orang yang pake kursi roda dan orang tua.

    Tapi pas check-in kemarin itu saya melihat mereka sangat membantu dan awareakan hal ini. Koper saya dibantu angkat, terus ada tamu bule yang pakai kursi roda, juga diangkatin sama 4 orang staf hotelnya hingga ke atas. Salut, deh!

    Lalu, desain hotelnya memanjang, mungkin sepanjang terminal 2 ini. Jadi, pas saya dapat kamar agak pojok, rasanya jadi kayak berjalan lurus dari 2D ke 2F.

    Jakarta Transit Hotel
    Kamar di Jakarta Transit Hotel Terminal 2E

    Kamarnya luas, WC juga luas. Semuanya bersih. Begitu buka jendela, nampak pesawat lagi parkir. Ah, jadi bisa ke waiting room pas pesawatku udah nyampe aja hehehe. Kalau pas siang, view-nya pasti lebih keren lagi. Selain fasilitas standar lainnya, ada juga kursi pijet di area lobby. Wifi pun cukup kencang disini.

    Untuk fasilitas shuttle bus, bisa minta antar-jemput sesuai request saja. Tapi pas datang kesana saya naik Damri, jadi tinggal turun di terminal 2E saja.

    Sayangnya, tidak tersedia breakfast, tapi mereka menyediakan teh dan kopi mulai jam 4.30 pagi. Sayangnya lagi, di tempat tersebut diperbolehkan merokok (ga tau sekarang ya). Karena itu, malemnya saya beli bekal dari Bakmi GM dulu buat sarapan sendiri.

    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel
    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel

    Kesimpulannya: Harganya 2x lipat dari hotel dekat Bandara Soekarno Hatta yang lainnya. Namun ini wajar menurut saya karena sewa di dalam bandara pasti mahal. Selain itu, pelayanannya yang bagus, tetap menjadi rekomendasi saya. Kalau mau lebih murah, kamu bisa pesan yang setengah hari gitu.

  3. Pop Hotel Bandara

    Jarak dari bandara ke hotel 15 menit sewaktu pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin bisa lebih lama lagi. Sedangkan dari hotel ke bandara cukup 10 menit karena saya berangkat subuh jalanan masih sepi.

    Entah kenapa, tiap kali saya buka website hotel ini, selalu saja nge-hang dan muncul unresponsive script yang terpaksa harus saya tutup. Padahal tampilannya ciamik dan berwarna, atau mungkin itukah penyebabnya?

    Untungnya saya dapat nomor telepon hotel ini dari Tripadvisor dan langsung saya hubungi. Begitu telepon, saya jadi bingung lagi mendengar suara bahasa inggris mbaknya dan untuk reservasi kita harus balik pencet ext yang njelimet, hingga akhirnya saya pencet saja 1 supaya langsung di refer ke resepsionis.

    Dengan cara beginilah saya baru bisa pesan kamar. Setelah itu saya diminta mentransfer biayanya dan mengirimkan scan-nya ke email info-pop-airportjakarta@tauzia.com.

    Shuttle Bus (pengalaman):
    Saya sempat berkali kali menelepon sebelum ke Jakarta perihal Shuttle bus. Saya bilang saya tiba di Jakarta kira-kira jam 19.00. Resepsionisnya bilang jadwal shuttle yang menjemput di bandara ada tiap jam dan saya bisa ikut pukul 19.30, 20.30 dan seterusnya.

    Nyatanya, saya baru tiba sekitar pukul 19.15 lalu ambil bagasi, ke toilet dan langsung menuju hokben (karena Garuda keluarnya di Terminal 2) sesuai intruksi resepsionis. Pas itu udah 19.45 jadi saya pikir yah udah saya tunggu yang shuttle pukul 20.30. Saya mencoba menelpon resepsionis dan diberikan no Hp si driver. Saya pun menelponnya dan dijanjikan 15 menit lagi akan datang.

    Tunggu punya tunggu nggak datang juga, lalu saya pun telpon lagi. Si mas driver beralasan bahwa di Terminal 1 sudah penuh jadi dia belum bisa menjemput saya dan saya dijanjikan kembali untuk dijemput setengah jam berikutnya.

    Kaki mulai pegel, kesabaran menipis, perut belum diisi, dan sendirian merupakan paket komplit mengutuk si driver yang baru datang pukul 9.30. Begitu melihat mobil ijo Pop Hotel, sontak saya langsung komplain. Si mas driver yang udah kerja dari jam 2 siang itu hanya bisa minta maaf dan manggut manggut. Di dalam mobil sudah ada seorang bapak yang bahkan ud tiba di sore hari namun baru dijemput sekarang.

    Jadi mikir, jarak dari bandara ke hotel hanya selemparan kancut tapi kami baru tiba lebih dari 2 jam kemudian. Is it worth it? Pop hotel hanya punya 2 armada untuk melayani penjemputan & pengantaran ratusan tamu. Harusnya mereka bisa menambah load dong.

    Oh tak sampai disitu saja. Ketika saya check-in dan request shuttle paling pagi esok harinya ternyata sudah full hingga pukul 7. No surprise! Saya pun kepaksa pakai taxi.

    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta
    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta

    Kamarnya mungil, minimalis dan saya suka tempat shower sekaligus WC-nya yang berada di tengah ruangan. Namun WC-nya setelah saya cermati, dudukan toiletnya kurang bersih. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni handuk, sabun dan sampo, TV, safe deposit, selimut tambahan (karena satu kamar boleh bertiga). Namun sayangnya nggak ada telpon jadi kalau ada perlu apa apa harus ke lobby langsung. Wifi sendiri cukup bagus dan kencang.

    Fasilitas lainnya, mungkin kebetulan saat itu sedang promo, saya mendapatkan voucher makan malam dan 30 menit refloxology yang harus digunakan malam itu juga sebelum 23.00 WIB. Lah, saya aja nyampe hotel jam 10.10 langsunglah saya buru buru pesan makanan-nya dan yang tersedia tinggal bakso dan mie ayam. Saya pilih mi ayam dan porsinya cukup banyak dengan rasa standar keasinan.

    Saya buru-buru makan biar sempat reflexology namun tidak sempat lagi karena semua terapisnya udah fully booked hingga tengah malam.Yang bikin agak adem ketika saya melihat di ruang makan ada setumpuk majalah dan buku gratis untuk dibaca.

    Breakfast sendiri mulai pukul 7 pagi. Ada coffee break seperti sereal, roti bakar, kopi dan teh mulai jam 4 pagi.

    Kesimpulannya:
    Hotelnya asik dan sesuai harapan, tapi shuttlenya tidak bisa diandalkan. Mending bayar taxi saja.

    Kontak:
    Pop Hotel Bandara
    Jalan Raya Bandara no. 106, Rawa Bokor, Benda | Tangerang, Jakarta 15125, Indonesia
    No Telp : (021) 29405678

  4. Amaris Hotel Bandara

    Lokasinya masih satu area dengan Pop Hotel bandara, di Jl. Husein Sastranegara No. 1 Benda, Tangerang (Telp: 021-54365333). Jarak tempuhnya dari bandara sekitar 15 menit diatas pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin lebih lama lagi. Kalau berangkat subuh, ya lebih cepat lagi karena jalanan masih sepi.

    Saya memesan Amaris Hotel Bandara ini melalui telepon saja dan tidak perlu membayar lebih dulu. Sementara proses check-in terbilang cepat karena ada 2 orang resepsionis yang standby. Jangan lupa untuk minta password wifi dan memesan shuttle bus untuk besok sekalian wake-up call.

    Kamar Amaris Hotel Bandara
    Kamar Amaris Hotel Bandara

    Kamarnya mungil minimalis dan di dalam kamar sudah ada fasilitas standar seperti air mineral, handuk, sabun, sampo, TV, safe deposit, sandal kamar dan telepon. Wifi pun kencang dan berjalan dengan baik. Selain itu, tersedia juga fasilitas dispenser air minum di tiap lantai. Nah, yang paling saya suka, disamping hotel ada restoran padang yang buka hingga tengah malam. Untuk harganya termasuk murah mengingat area ini sudah masuk kawasan bandara.

    Shuttle Bus:
    Memuaskan. Tidak perlu menunggu. Begitu tiba di Terminal 3 bandara saya langsung menghubungi supirnya. Selang 15 menit mobil Amaris berwarna putih ini pun sudah langsung terlihat di jalur 3 (Line Damri). Di dalam mobil sudah ada satu orang tamu lainnya dan tanpa perlu menunggu lagi kami langsung menuju hotel. Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi.

    Kesimpulan:
    Sejauh ini hotel Amaris dimana pun berhasil membuat saya nyaman dan selalu bisa saya rekomendasikan. Terlebih lagi shuttle bus yang dapat diandalkan. Bayar lebih sedikit, namun puas!

  5. Ibis Budget Jakarta Airport

    Untuk reservasi Ibis Budget jakarta Airport ini melalui telepon dan tidak perlu bayar dulu. Namun, tiap kali telpon biasanya nyambungnya ke Ibis Styles dulu yang lokasinya memang berada di depan hotel, tapi setelah itu minta disambungkan ke Ibis Budget saja.

    Masih satu area dengan Pop Hotel dan Amaris, namun bila berangkat dari hotel menuju bandara termasuk yang paling cepat karena nggak muter lagi. Tinggal lurus saja udah nyampe 5 menit!

    Sepanjang lorong lantainya berkarpet, namun ketika nyampai kamar hanya ada lantai kayu buatan gitu tapi nggak masalah secara ini kan budget. Ruangan saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Hebatnya ini kamar canggih karena beberapa fasilitas seperti menghidupkan lampu cermin dan lampu baca pake layar sentuh gitu. Keren yah!

    Lalu untuk kamar mandi menggunakan pod layaknya di Pop hotel namun untuk WC terpisah. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik yang banyak. Penting nih!

    Shuttle Bus:
    Awalnya saya diberikan no supir shuttle bus. Saya telepon namun terputus, berkali kali nyoba tapi tidak aktif kembali. Untunglah saya ada dikasih nomor yang kedua dan langsung diangkat oleh mas teguh. Sayangnya saat itu dia sudah pulang dari bandara dan baru bisa menjemput saya jam 9 malam sesuai dengan trayek berikutnya. Mau nggak mau saya menunggu.

    Selang 15 menit mas teguh sudah menelpon kembali dan bilang dia udah di depan meeting point kami (hokben T2). Wiih rupanya dia sengaja balik demi saya karena saat itu jalanan jakarta lengang banget sehingga dia bisa. Terharu!

    Sepanjang jalan saya mengobrol dengannya. Mas nya berwawasan luas, ramah dan baik. Syukurlah ibis punya dia! Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi lalu saya memilih naik jam 4.15 karena cuma ada tiap 1 jam 15 menit hingga pukul 12 malam.

    Berhubung saat saya menginap sedang bulan puasa dan juga ngejar flight pagi, saya ikutan sahur sekalian sarapan pagi. Makanannya terdiri dari buah, roti, bubur kajang ijo, nasi. sayur, sosis dan telur. Enak semua!

    Kesimpulan:
    Jujur awalnya saya tidak mau nginep karena mikir sayang duitnya. Namun iseng iseng tanya lah harganya murah banget dan harusnya kalau saya check-in awal seperti jam 6-7 malem katanya saya dapat menu buka puasa. Sigh! Namun karena sempat bisa makan sahur, saya tergoda juga ke hotel ini dan alamak ini hotel favorit saya di bandara.

    Harganya paling murah untuk hotel berkelas seperti ini dengan fasilitas yang lengkap serta staff yang ramah. Hanya satu kekurangannya yakni banyak nyamuk di restoran. Di kamar sempat ada 2 juga sih.Hm meskipun begitu… Lain kali pasti ke sini lagi sih!

  6. Zest Hotel

    Awalnya saya mengecek website mereka dan menemukan promo Rp.150.000 net/room/day lalu langsung saya telpon ke hotelnya. Rupanya promo khusus bulan November ini hanya dapat didapatkan kalo book dari website dan menggunakan credit card.

    Demi harga murah saya pake credit card temen dan dapat deh. Karena kuota setiap harinya terbatas hanya 3 kamar saja, disarankan book-nya pagi hari yah. Setelah udah selesai, nanti dapat email konfirmasi buat kita tunjukin ke front office nanti.

    Ruangan kamar saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Lucunya pas saya lagi menurunkan tirai jendela, bruak! tirai tersebut copot dan jatuh. Untungnya di bawahnya sofa jadi nggak menimbulkan suara gaduh. Saya langsung telp resepsionis dan orang teknisinya langsung dateng.

    Tapi karena lama dan sudah mau bobo, saya sarankan di bawa aja itu tirai tanpa perlu dipasang lagi toh saya matiin lampu kamar dan di sekitar tidak ada bangunan tinggi buat ngintip. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik.

    Fasilitas lain standar dan wifi cukup bagus. Sarapan sendiri buka dari pukul 6 pagi, namun saya tidak sempat mencobanya.

    Shuttle Bus:
    Untuk ke hotelnya, saya menggunakan taxi dan kerena terletak di Airport Hub (komplek bandara baru), hotel ini sangat mudah ditemukan. Lalu paginya saya naik shuttle bus-nya jam 4 dini hari dan lumayan penuh. Shuttle bus-nya beroperasi tiap jam loh jadi gak usah cemas.

    Kesimpulan:
    Karena saya cuma bayar Rp.150.000 hotel ini worth it banget. Termasuk paling baru dan juga berada di Airport Hub banyak tempat nongkrong dan restoran jadi berasa kayak di mall. Nyari makan pun gak susah. Selain itu, juga deket banget ke bandara. Pelayanan semua maksimal. Rekomendasi banget nih.

    Alamat:
    Airport Hub Jl. Husein Sastranegara Kav. 1 Bandara Soekarno – Hatta
    No Telp : (021)22523030

  7. Allium Hotel Tangerang

    Saya melakukan reservasi by email dan responnya cepat. Mereka juga langsung menanyakan mau dijemput dimana, jam berapa, pake flight apa, etc. Sayangnya saya pakai mobil menuju hotel ini jadi tidak sempat mencoba free pickup mereka. Jarak dari hotel ke bandara agak jauh karena lokasinya terletak di belakang bandara dan kira2 bakal memakan waktu 30 menit.

    Namun rupanya shuttle yang tersedia tidak hanya ke bandara namun juga bisa ke IKEA & Mall Alam sutera (weekends) serta Mall Tangerang City & Balekota (Weekday) namun terlebih dahulu konsultasi ama resepsionis untuk waktunya yah karena gak tiap jam.

    Saya datang cukup awal jam 11 sudah disana sedangkan check-in sehingga kamar yang harusnya untuk saya masih lagi dibersihkan. Oleh mbak resepsionisnya saya dipindahkan kamar agar saya tidak perlu menunggu. Proses cepat karena ada 2 orang standby. Mereka juga sangat ramah dan tak pelit info mengenai apa yang bisa dilihat di sekitar lokasi hotel.

    allium bandara
    Kebetulan saya menempati kamar tipe suite jadi luas banget. Yah, 3x luas kamar kosku sehingga berasanya nyaman banget. Ada TV di tengah yang bisa diputar. Jadi saya bisa milih nonton dari sofa atau tempat tidur. Kamar mandinya juga lega banget dengan bathub dan shower.

    Namun sayang toiletriesnya agak kurang seperti tidak ada sisir, sanitary bag, lotion dan alat cukur. Satu lagi yang agak membingungkan adalah AC-nya. Awalnya ketika masuk kamar emang sudah panas. Maklum yah karena Tangerang emang panas kali. Tunggu menunggu AC-nya nggak dingin juga lalu temanku menelpon baru setelah itu AC-nya dingin pol. Namun ketika kami matikan gitu lagi deh. Mungkin dia pakai sistem yang mendeteksi biar nggak terlalu dingin sehingga susah diotak atik.

    Untuk breakfast, yang paling enak adalah soto padang! Kalau bubur ayam, bakso kan sudah mainstream namun kalau soto padang jarang jarang bisa ditemui dan syukurnya enak! Tempat makannya luas sehingga tetap damai makan pagi. Bagi yang perlu mengejar flight pagi, tersedia breakfast yang bisa ditake away loh. Mantap, kan!

    Kesimpulan:
    Tidak seperti hotel hotel yang saya review di atas, hotel Allium ini adalah 4-star hotel yang lebih banyak membidik business traveler di sekitar kawasan industri ini. Tak heran tamunya pun kebanyakan orang luar atau yang sedang mengadakan acara di hotel. Bangunan bertingkat 10 ini cukup unik dan ternyata didesain oleh Ridwan Kamil dengan bentuk membesar ke atas dan dominan dengan warna putih.

    Oh ya, rupanya Allium itu adalah nama sebuah bunga turki loh yang kemudian menjadi logo hotel ini. Di hotel ini tersedia banyak majalah dan beberapa buku yang gratis dapat dibaca para tamu bahkan beberapa dapet dipinjam dibawa ke kamar karena kalau malem banyak nyamuk di cafenya.

    Bagi yang lagi staycation bisa berenang dan nge-gym dulu sore sore biar gak bosan. Saya sempat lunch & dinner di cafenya yakni Paris Lyson Cafe dan minumannya seger seger semua dengan menu kesukaan saya Indonesian Delight yakni Nasi Tjampoer Allium. Cabenya nendang loh! Kalau untuk minuman jangan lupa pesan jus alpukat yakni Green Lava. Slurp!

    Recommended deh bagi yang mau nginep nggak jauh dari bandara tapi bukan tinggal di budget hotel!

    Alamat:
    Jalan Benteng Betawi No. 88 Tangerang
    No Telp : 021 – 2920 5555

Angkasa Pura I Segera Bangun Hotel di Bandara Kulon Progo Yogyakarta

Mendukung percepatan operasional bandara baru Yogyakarta Internasional Airport (YIA)di Kulon Progo, Yogyakarta, anak perusahaan PT Angkasa Pura I akan membangun hotel di kawasan YIA.

Pelaksana Tugas Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama mengatakan, pembangunan hotel yang merupakan bagian dari akomodasi untuk air crew di Yogyakarta International Airport menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan bandara ini.

“Karena begitu pesawat landing di YIA, air crew ini mau menginap di mana? Kalau mau ke Kota Yogyakarta, harus menempuh perjalanan selama satu setengah jam. Jadi ini juga menjadi fokus kami,” ujar Pandu.

1. Hotel dibangun dekat terminal YIA

Angkasa Pura I Segera Bangun Hotel di Bandara Kulon Progo Yogyakarta 

Seperti disampaikan Direktur Utama PT Angkasa Pura I, pembangunan hotel di dalam Yogyakarta International Airport menjadi salah satu prioritas. Upaya itu dilakukan untuk melengkapi fasilitas akomodasi untuk para air crew saat mendarat di bandara baru Kulon Progo.

“Lokasi hotel dibangun di antara terminal dan gedung parkir, di lantai dua,” kata Pandu.

Hotel tersebut nantinya akan dibangun oleh anak perusahaan PT Angkasa Pura, yakni Angkasa Pura Hotel. Pandu mengungkapkan, hotel tersebut nantinya akan terdiri dari kurang lebih 70 kamar.

“Dirut AP 1 berkomitmen, hotel harus segera dibangun. Paling tidak Desember ini, pembangunan hotel itu selesai,” imbuh Pandu.

2. Oktober 2019, 66 penerbangan JOG bakal pindah ke YIA

Angkasa Pura I Segera Bangun Hotel di Bandara Kulon Progo Yogyakarta Selain merampungkan konstruksi bangunan Yogyakarta International Airport, PT Angkasa Pura I juga mulai merencanakan skema pemindahan sejumlah penerbangan ke bandara baru.

Pandu memaparkan, hasil rapat internal bersama Kementerian Perhubungan dan stakeholder di Malang lalu, merumuskan rencana pemindahan sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Adisutjipto ke YIA.

“Oktober nanti akan ada pergantian season dari summer ke winter, sehingga total akan ada 66 penerbangan yang akan dipindahkan. Semuanya adalah rute luar Pulau Jawa,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto ini.

3. YIA akan melayani hingga pukul 23.00 WIB

Angkasa Pura I Segera Bangun Hotel di Bandara Kulon Progo Yogyakarta 

Sejalan dengan bertambahnya jumlah penerbangan yang akan masuk ke Yogyakarta International Airport, PT Angkasa Pura I akan menambah jam operasional bandara tersebut. Sejak dibuka kali pertama pada awal Mei lalu, jam pelayanan YIA terbatas, yakni mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

“Maka besok, saat 66 penerbangan ini masuk, jam operasional akan ditambah. YIA akan melayani penumpang dari pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB. Karena ada beberapa penerbangan yang memang slot terbangnya malam,” ungkap Pandu.

4. Transportasi darat pendukung aksesibilitas YIA diminta siap

Angkasa Pura I Segera Bangun Hotel di Bandara Kulon Progo Yogyakarta 

Lebih lanjut Pandu memaparkan, selain memindahkan 66 penerbangan dari Bandara International Adisutjipto, nantinya juga akan ada rute-rute baru yang dibuka di Yogyakarta International Airport. Kurang lebih sebanyak 12 penerbangan baru akan dibuka di bandara baru tersebut.

“Ada 12 [penerbangan] movement, itu penerbangan dengan rute baru. Belum lagi nanti penerbangan international flight,” jelas Pandu.

Pemindahan penerbangan domestik dari Bandara Internasional Adisutjipto ke Yogyakarta International Airport, akan membuat pergerakan penumpang semakin meningkat di Kulon Progo. Pandu berharap, sejalan dengan pemindahan tersebut, infrastruktur transportasi darat sudah siap mengangkut penumpang dari YIA.

“Apabila kami pindahkan penumpang dari Bandara Adisutjipto, YIA sudah mendapat 8,4 juta penumpang. Maka akan semakin banyak jumlah penumpang di YIA, untuk itu kami berharap transportasi pendukung juga harus siap menyambutnya,” papar Pandu.

Potret Hotel Tepi Jurang di Peru, yang Mengerikan Tapi Keren

Skylodge Adventure Suite ini punya kamar hotel yang menempel di dinding-dinding jurang Peru lho, guys.

Hotel kapsul yang satu ini menghadirkan pengalaman tak terlupakan untuk para wisatawan. Untuk para wisatawan yang hobi dengan ketinggian dan tempat-tempat ekstrem, tempat ini cocok banget buat kalian.

Jangan khawatir, karena fasilitas di sini super aman dan lengkap. Kamar penginapan ini terbuat dari bahan polycarbonate yang kuat dan anti karat. Tak hanya penginapan, Skylodge Adventure Suite juga punya fasilitas kamar mandi pribadi dan restoran mewah.

Kamar penginpan Skylodge Adventure ini disewakan mulai dari harga Rp 3.8 juta per malamnya. Tempat ini juga sering menjadi lokasi pilihan bulan madu, lho.

Termasuk salah satu hotel unik di dunia, tempat ini memiliki ruangan kamar dengan pemandangan indah yang bisa kamu lihat 360 derajat.  Dari pada semakin penasaran, yuk kepoin foto-fotonya di bawah ini.

1. Skylodge Adventure Suite ini juga cocok banget untuk bulan madu dengan pasangan.

Hotel di tepi jurang Peru. (Instagram/@naturavive)

2.  Hotel ini dikelola oleh perusahaan bernama Natura Vive sejak tahun 2013

Hotel di tepi jurang Peru. (Instagram/@naturavive)

3. Makan bareng temen-temen di atas jurang? Di mana lagi kalau bukan di sini?Hotel di tepi jurang Peru. (Instagram/@naturavive)

4. Punya tempat Instagramable, foto-foto di Skylodge Adventure Suite ini dijamin bikin followersmu jealous.

Hotel di tepi jurang Peru. (Instagram/@naturavive)

5. Meskipun harus manjat-manjat tebing dulu, rasa lelahmu akan terbayarkan ketika sampai di Skylodge Adventure Suite

Hotel di tepi jurang Peru. (Instagram/@naturavive)

 

Kisah Mistis Arwah yang Enggan Beranjak dari Hotel del Coronado, dari Bau Darah hingga Hal Ganjil

Kate Morgan tidak berbeda dengan wanita Iowa pada umumnya. Namun kisah kematiannya menyita perhatian banyak orang.

Di Hotel del Coronado, tidak sedikit yang percaya arwahnya mendekam disana. Jika kamu beruntung, kamu akan menemukan wajahnya berseliweran di lorong-lorong hotel.

Lahir dan besar di Iowa 1864, Kate Morgan menetap bersama keluarga besar ibunya, tepat dua tahun sebelum ibunda menghadap sang khalik. Hanya bertahan setahun, Kate setelahnya diasuh sang kakek tahun 1865.

Saat menacap usia 20 tahun, ia dipinang seorang pria bernama Thomas Edwin Morgan. Nahas, pernikahan Kate dan Thomas tidak berjalan baik. Kate sempat melahirkan putra Thomas, malang bayinya hanya sanggup bertahan dua hari dan meninggal.

Kate sempat memadu kasih dengan seorang pria bernama Albert Allen. Lagi-lagi hubungannya kandas di tengah jalan. Tidak diketahui pasti apakah Kate akhirnya bercerai dengan Thomas namun yang jelas Kate menjalani tahun-tahun setelahnya dalam sakit dan sepi. Seorang diri, catatan kehidupan Kate selanjutnya bergerak menuju San Diego.

Ia menginap di Hotel del Coronado di penghujung November tahun 1892. Menginap dengan nama samaran ‘Mrs. Lottie A. Bernard’ ia dikenang para resepsionis dan staff hotel sebagai wanita yang sopan, memiliki paras rupawan namun tampak begitu murung dan dingin.

Ia banyak menghabiskan waktunya seorang diri mendekam dalam kamarnya. Hanya staff pembersih kamar yang acap berhubungan dengan Kate. Padanya ia mengaku menderita kanker perut.  Kate banyak menghabiskan waktunya di kamar hotel, dan tak seorang pun tercatat mengunjunginya.

Beberapa hari di hotel, Kate mengalami depresi akut, semangatnya merosot tajam, gairah hidupnya luruh. Hingga suatu kali, Kate memberanikan diri ke luar kamar, menuju kota demi membeli sebuah senjata api.

Hotel del Coronado

Kematian dan Arwah yang Enggan Beranjak

Malam hari pada 28 November, Kate menuju beranda luar hotel. Sebuah pistol di genggamannya, ombak bergulung dan deru angin bersahut-sahutan. Kate menghadap laut dan tak lama kemudian ia tersungkur, suara senapan senyap dalam gulungan badai.

Pagi harinya, seorang teknisi listrik Hotel del Coronado menemukan mayatnya di dekat pantai. Polisi dengan sergap mengevakuasi mayatnya dan menutupi kasus berdarah itu dari penghuni hotel lainnya.

Jenazah Kate Morgan kemudian dimakamkan di Mount Hope Cemetery, San Diego, tak jauh dari hotel tempatnya menginap.

Meski kematian dan pemakaman Kate adalah satu-satunya kisah yang dapat diverifikasi kebenarannya, banyak mitos yang beredar seputar kematiannya.

Tahun 1980-an, Allan May, seorang pengacara di San Francisco mulai menyelidiki kasus kematian Kate Morgan. Ia menemukan fakta bahwa peluru yang ditemukan dalam tengkorak kepala Kate morgan tidak sesuai dengan kaliber pistol yang ditemukan di samping tubuhnya.

Penemuan baru itu mengarahkan pada dugaan Kate Morgan tewas bukan disebabkan bunuh diri. Meski ada penemuan baru terkait kematian Kate, kasusnya tidak pernah secara resmi dibuka kembali.

Kisah Mistis Arwah yang Enggan Beranjak dari Hotel del Coronado, dari Bau Darah hingga Hal Ganjil

Lantas beragam versi latar belakang kematiannya santer beredar, tidak sedikit yang meyakini roh Kate Morgan tak pernah meninggalkan Hotel del Coronado. Banyak laporan soal penampakan mahluk halus yang diduga arwah penasaran Kate. Belum lagi kejadian-kejadian ganjil macam suara-suara aneh, pintu yang membuka-tutup sendiri, dan bau amis darah.

Tidak sedikit tamu yang melaporkan lampu dan televisi yang mendadak hidup dan mati dengan sendirinya.

Petugas hotel bahkan sempat melihat barang-barang hiasan yang berada di rak hotel berterbangan. Sontak kisah arwah penasaran Kate jadi daya tarik sendiri bagi banyak pegiat dunia mistis.

Arwah penasaran Kate Morgan dan Hotel del Coronado bak dua bilah mata pisau: erat dan berkaitan. Anehnya, kamar terakhir tempat Kate menginap merupakan kamar yang paling banyak diminati para tamu.

Daftar Hotel Terburuk Di Dunia Dalam Hal Keamanan Dan Kebersihan!

Dari tempat yang bau, hingga ada belatung
Ketika liburan ke luar kota, kita pasti ingin menikmati waktu senggang. Mengunjungi tempat yang indah, atau sekedar bermanja-manja di kamar hotel. Tapi apa jadinya kalau hotel yang kita datangi, dengan budget mahal, ternyata malah membuat gak nyaman? Pengin mengeluh? Pasti!

Setidaknya, ada tujuh hotel di dunia paling “mengerikan” yang sebaiknya tidak didatangi. Hotel ini memberikan pelayanan yang buruk. Secara penampilan pun tak direkomendasikan untuk para pelancong. Hotel apa sajakah itu?

1. Plaza Hotel and Casino, Las Vegas

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Plaza Hotel and Casino terletak di Fremont Street, tempat bersejarah di Downtown, Las Vegas. Meski lokasinya jauh dari ingar-bingar dan kehidupan yang padat di Las Vegas, hotel ini jauh dari kata tenang.

Kebersihannya sama sekali tidak terjaga. Kondisi ini membuat tamu sedikit “terguncang”. Mereka mungkin akan menemukan bau busuk di kamar dan lorong-lorong hotel.

Bangunannya pun gak banget. Dindingnya sangat tipis. Tamu bahkan akan sulit tidur karena di kanan-kiri kamar selalu ada pengunjung yang ramai karena berpesta atau bertengkar.

Soal tempat parkir juga menjadi perhatian tamu. Lokasi parkir hotel itu terletak bersebelahan dengan Terminal Greyhound, yang membuat kondisinya cukup kotor. Keamanan pun tak terjaga, baik siang maupun malam.

2. Hotel Carter, New York

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Meskipun eksterior Hotel Carter cukup menarik, bagian dalam bangunan menyajikan pemandangan yang tidak terlalu menyenangkan. Seperti Plaza di Las Vegas, kita akan mencium bau busuk dari kamar dan ruang tamu. Para pengunjung bakal mengeluhkan sampah yang mengotori kamar dan toilet.

Kamar mandi dan bak mandi juga tidak dibersihkan sebelum tamu masuk. Rambut atau sabun masih menempel di bak mandi. Hotel Carter termasuk 10 hotel paling kotor di Amerika dalam daftar Trip Advisor.

3. Goldkist Beach Resort, Singapura

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Banyak tamu mengeluhkan bau yang tak sedap di Goldkist Beach Resort. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan ada belatung menggeliat di sekitar tempat sampah hotel. Ini sangat mengejutkan karena layaknya hotel, seharusnya binatang semacam itu tak akan ditemui.

Meski hotel ini menawarkan fasilitas sarapan gratis, banyak tamu mengeluh tidak tersedia makanan di pagi hari selama mereka menginap. Pengunjung juga bakal menemukan gelandangan tidur di sampingmu ketika berjemur di pantai yang masuk kawasan hotel.

4.  Whiteleaf Hotel, London

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Setelah tidur di hotel ini, kamu akan mengalami gatal-gatal di kulit. Itu juga yang dirasakan tamu-tamu sebelumnya. Kebersihan di hotel ini sungguh dipertanyakan.

Para stafnya cenderung kasar dan menolak melayani pengunjung. Sarapan yang disajikan jauh dari menu yang terdapat di brosur. Banyak tamu melaporkan beberapa menu telah basi.

5. Hotel Y Cabanas, Del Lago

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Selain eksterior yang tidak menarik dan jauh dari kata nyaman untuk ditinggali karena bangunannya yang tua, hotel ini tidak direkomendasikan para traveler. Kawasannya terkenal sebagai tempat yang rawan. Banyak tamu mengeluh merasa “terancam” saat bermalam di sana.

6. Grand Resort Hotel and Convention Center, Pigeon Forge

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Grand Resort Hotel dan Convention Center di Pigeon Forge, Tennessee, secara konsisten masuk daftar 10 hotel terburuk. Tamu terpaksa memilih untuk tinggal di sini karena lokasinya dekat dengan Dollywood, di Great Smoky Mountains.

Pengunjung banyak mengeluh soal layanan hotel karena mereka banyak menemukan kotoran di kamarnya. Para tamu juga mendapati kulkas hotel yang berkarat. Di kamar pun mereka harus tidur dengan seprai dan selimut yang berdebu serta kotor.

Jangan tertipu oleh eksterior hotel. Sebab, tampak luar, hotel ini memang terlihat seperti hotel yang “baik-baik saja”.

7. Desert Inn Resort, Daytona

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Selain karena fasilitasnya yang kotor, kamu mungkin bakal menemukan sarana yang gak berfungsi. Seperti hitter  yang tak mengeluarkan air panas atau AC yang mati. Sayang sekali, padahal eksteriornya cukup indah. Kolamnya pun tak kalah menawan.

Nah, untuk kamu yang sering berpergian ke luar kota atau luar negeri dan harus menginap di hotel, sebaiknya kamu riset tentang review-nya dulu ya. Jangan sampai liburan dan perjalananmu terganggu karena tidak menemukan tempat istirahat yang nyaman.

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Menginap di Hotel Kalau Nggak Mau Dicap Norak

Tamu hotel kerap melakukan hal-hal tak terduga selama menginap di hotel. Mabuk, muntah, merusak, rewel, dan kelakuan-kelakuan lainnya, sudah biasanya dihadapi oleh para petugas hotel. Jangan mentang-mentang telah membayar biaya sewa kamar hingga jutaan rupiah, kamu lantas berkelakuan seenaknya di hotel.

Biar bagaimanapun dan di mana pun, ada etika yang harus kita jaga ketika menginap di hotel. Sebagai traveler, kamu wajib mengetahui hal-hal berikut ini agar tidak dicap norak oleh petugas hotel atau tamu hotel lainnya.

Mengambil sarapan sebanyak mungkin

tamu hotel

Menu sarapan yang disediakan hotel memang sangat beragam, mulai dari yang khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng, gorengan, dll hingga menu sarapan internasional seperti pancake, roti prancis, sereal, maupun salad. Banyaknya menu tersebut kadang membuat tamu hotel menjadi kalap saat mengambil menu sarapan.

Semua menu makanan dan minuman dimakan satu per satu, hingga membuatmu bolak balik dari stand menu ke meja makan berkali-kali. Meski itu sah-sah saja untuk dilakukan mengingat kamu memang punya jatah sarapan, tapi sarapan berlebihan di hotel bisa membuatmu dianggap norak.

Sudah kalap, masih menyisakan makanan

tamu hotel

Setelah kamu kalap mengambil beragam jenis makanan ke meja makanmu, kamu lantas tak menghabiskannya. Selain menyia-nyiakan makanan yang sudah kamu icip-icip lalu ditinggalkan, kamu juga sudah menampakkan sisi norakmu di hadapan tamu lain dan juga petugas hotel. Emang mau dicap alay?

Lupa kalau punya sandal sendiri, pakai sandal hotel ke manapun

tamu hotel

Sesampainya di kamar hotel, biasanya kita akan langsung mengganti sepatu atau sandal kita dengan sandal hotel. Sandal hotel ini sebenarnya dipakai untuk aktivitas di kamar atau aktivitas lain yang tak jauh dari kamar, seperti lorong atau kolam renang.

Namun ternyata, banyak tamu yang memakainya untuk jalan-jalan hingga keluar hotel. Mungkin Ia lupa kalau masih punya sandal sendiri.

Panik saat kamu tak bisa gunakan hotel key card

tamu hotel

Pintu-pintu kamar hotel modern kini lebih banyak didesain dengan kunci yang dibuka menggunakan kartu, bukan kunci konvensional lagi. Masalahnya, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan kartu ini. Resepsionis maupun petugas hotel tidak menjelaskan cara penggunaannya jika kamu tidak bertanya.

Di balik key card, biasanya akan terlihat gambar dan penjelasan bagaimana cara penggunaanya. Jika tidak ingin dicap norak, sebaiknya baca dengan seksama petunjuknya dan jangan panik bila sensor tak kunjung menyalakan lampu hijau.

Menyelundupkan penginap lainnya

tamu hotel

Ukuran dan harga kamar berpengaruh terhadap fasilitas yang kamu dapatkan. Untuk kamar standart yang biasanya dihuni 2 orang, masih banyak tamu hotel yang menyelundupkan tamu-tamu lain untuk menginap di dalamnya. Saat check in, mungkin akan dilaporkan untuk menginap 2 orang, namun bisa saja saat di kamar jumlahnya menjadi 4,5,6 dan seterusnya.

Mengobrak-abrik isi kamar

tamu hotel

Hal ini sering di lakukan saat yang menginap di satu ruangan dengan penghuni yang terlalu banyak. Tak masalah jika kamu memesan ekstra bed, dan jumlah penghuni kamar masih wajar. Namun jangan karena uang tidak cukup untuk memesan extra bed atau memesan kamar yang lebih besar, kamu lalu memodifikasi tempat tidur menjadi tidak karuan.

Menampakkan kekaguman yang berlebihan

tamu hotel

Jika memang kamu sangat kagum dengan perabotan mewah yang super canggih mulai dari lobby hotel hingga kamar, bertingkahlah sewajarnya saja. Ucapan yang spontan keluar seperti ‘woooaahh’ atau ‘wihhhhhh’ memang biasanya tak bisa ditahan, ya?

Menjaga perilaku, termasuk kagum berlebihan seperti ini penting untuk dilakukan agar kamu tidak danggap terlalu polos atau parahnya malah dicap ‘kampungan’.

Membuat gaduh hingga tetangga kamar terganggu

tamu hotel

Karena fasilitas di kamar hotel tergolong lengkap, mulai dari televisi berjaringan, ketel air panas, kamar mandi dengan bath up, maupun balkon pribadi, biasanya tamu hotel akan berkelakuan sesuka hati. Tak masalah jika semuanya masih normal-normal saja, tapi kalau sudah sampai membuat gaduh tetangga kamar? Sebaiknya segera minta maaf kalau sampai pintu kamarmu diketuk oleh petugas hotel atau tamu kamar sebelah.

Selain sandal dan toiletries, membawa pulang barang hotel lain

tamu hotel

Ada beberapa fasilitas hotel yang memang sudah sepaket dengan harga kamar yang kamu pesan. Barang-barang tersebut diberikan oleh pihak hotel secara cuma-cuma dan memang bisa kamu bawa pulanng, seperti sandal hotel, toiletries, maupun bungkusan teh atau kopi. Meski memang gratis, masih banyak orang yang menganggap membawa barang apapun dari hotel adalah hal yang norak.

Sebenarnya ada yang lebih norak lagi. Saat kamu membawa barang yang sebenarnya dijual di butik hotel atau dilarang untuk dibawa pulang, seperti handuk hotel, bantal hotel, dan semacamnya. Jika ketahuan oleh pihak hotel membawa barang-barang yang dilarang tersebut, rasa malumu akan berkali-kali lipat.

Ada Hotel Serba Kuda? Aneh atau Unik?

Setiap hotel punya tema unik yang ditawarkan pada tamunya. Beda dari yang lain, hotel di Hong Kong ini punya tema serba kuda. Hotel Dorsett Wanchai, sebuah hotel unik dengan suite khusus bertema kuda di Hong Kong.

“Hotel kami cukup populer dan menawan. Kami juga punya Jockey Suite yang bertema kuda,” ujar Marketing & Communications Manager Dorsett Wanchai, Wendy

Kamar Grand Deluxe Course View Room (dok Dorsett Wanchai)

Kesan serba kuda memang tampak jelas pada suite tersebut. Mulai dari bantal bergambar kuda, karpet, hingga hiasan tapal kuda di dinding kamar, unsur kuda dapat ditemui dalam setiap aspek kamar.

Namun jika ingin merasakan menginap di kamar bertema kuda selain Jockey Suite, traveler juga bisa menyewa Grand Deluxe Course View Room yang menghadap langsung ke arena pacuan kuda yang terletak persis di samping hotel.

Menariknya lagi, setiap kamar dilengkapi dengan gadget beserta WiFi unlimited yang bisa dibawa oleh traveler saat bepergian menjelajah Hong Kong. Jadi tidak usah pusing-pusing beli SIM Card lokal untuk internetan.

Hotel ini berlokasi di Wanchai, Hong Kong (dok Dorsett Wanchai)

Selain itu, Dorsett Wanchai juga memiliki suite room yang diperuntukkan untuk 4 orang anggota keluarga. Lantas, berapa harga untuk menginap per malamnya? “Tergantung season, kita mulai dari 1.000 HKD per malam (Rp 1,7 juta-red),” tutup Wendy.

Bagi traveler pecinta kuda dan olahraga pacuan kuda, mungkin bisa menjadikan hotel ini sebagai rekomendasi saat berkunjung ke Hong Kong.

 

Hotel Unik dengan Konsep Anti-Mainstream

Ketika sedang jalan-jalan atau berliburan, pasti kamu butuh penginapan, dan seringkali pilihan jatuh pada sebuah hotel. Tapi, seringkali tentu kamu merasa bosan dengan suasana hotel yang biasa-biasa saja, hanya kasur, televisi, kamar mandi, dan lemari.

Nah, dalam daftar berikut, kamu bisa temukan 12 hotel unik dengan konsep anti-mainstream! Bahkan beberapa hotel sangat autentik, kamu tidak bisa temukan di tempat lain!

Hotel Kakslauttanen – Finlandia

hotel unik

Terletak di Finlandia, hotel unik ini merupakan resor dekat arktik dengan pemandangan dan konsep keren. Kamu akan menginap di sebuah kamar, spesial dengan bentuk layaknya igloo ala eskimo namun dengan sentuhan modern. Igloo-igloo terdapat di hotel ini terbuat dari kaca dan memberikan akses ‘terbuka’ langsung keluar, kamu dapat menikmati indahnya langit Finlandia dan fenomena alam natural seperti matahari malam hari ataupun aurora borealis dengan mudah, hanya dari kamar saja!

Jika kamu tertarik untuk menginap di tempat ini, pastikan kamu menyambanginnya pada bulan Agustus hingga April ya, karena kerennya aurora borealis dapat kamu nikmati pada waktu-waktu ini!

Hotel de Glace – Kanada

hotel unik

Hotel unik selanjutnya adalah sebuah hotel yang terletak di kota Quebec, Kanada. Terbuat sepenuhnya hanya dari es, hotel spesial ini hanya buka selama Desember hingga Maret tahun ini. Seluruh akomodasi hotel unik ini terbuat dari es, mulai dari bagian resepsionis hingga restoran! Hotel ini populer bagi mereka yang menjalani bulan madu, ataupun ingin menghabiskan waktu dengan unik bersama sanak saudara.

Stevie G Hotel – Bandung

hotel unik di Indonesia

Kamu liverpudlian? Jika iya, kamu wajib untuk menyambangi hotel unik satu ini! Perwakilan dari Indonesia, Stevie G hotel berlokasi di Bandung, tepatnya di jalan Sersan Bajuri. Stevie G merupakan singkatan dari nama legenda hidup tim sepak bola Inggris, Steven Gerrard. Keunikan dari hotel ini terletak mulai dari resepsionis hingga 22 kamarnya yang seluruhnya memiliki aura dan interior berbeda satu sama lain. Mulai dari keberadaan miniatur domba putih di kamarmu, hingga satu kamar khusus dengan dekorasi segala tentang Liverpool!

Attrap Reves – Prancis

hotel unik

Ingin menginap serasa berada di sebuah gelembung? Kamu perlu mampir ke hotel unik ini! Attrap Reves merupakan hotel dengan kamar berbentuk gelembung dan bersatu dengan alam. Kamu dapat lihat indahnya bintang malam hari, tanpa perlu khawatir lembab dan binatang-binatang yang mengganggu kamu ketika ingin beristirahat! Hotel ini juga didesain secara ramah lingkungan. Tertarik? Kamu bisa melancong ke Prancis dan gunakan kesempatan untuk menghabiskan malam di hotel ini!

Grand Canyon Caverns – Amerika

hotel unik

Bosan tidur di atas tanah? Mungkin saatnya menginap di bawah tanah, dengan sambangi hotel Grand Canyon Caverns di Amerika Serikat. Diklaim sebagai tertua karena temboknya berumur miliaran tahun, terbesar dengan ukuran 200 kali 400 kaki dengan tinggi 70 kaki, terdalam karena terletak 220 kaki di bawah permukaan, tergelap karena tak ada sumber penerangan alami, terdiam karena tidak ada makhluk hidup lain tinggal di hotel unik ini, serta terkering karena memiliki kelembaban terendah. Sebuah pengalaman menegangkan ya? Mungkin malah tidak bisa tidur kalau menginap di tempat ini!

Fogo Island Inn – Kanada

hotel unik

Ingin menginap di tempat super modern dan mewah? Mungkin penginapan ini cocok bagi kamu yang memiliki keinginan tersebut! Fogo Island Inn adalah penginapan dengan desain arsitektur interior dan eksterior sangat maju, bahkan dari jauh nampak layaknya robot dari serial film Star Wars. Menghabiskan waktu di hotel ini juga dapat kamu lakukan dengan memancing, memetik buah beri, ataupun menikmati dinginnya udara ketika musim dingin. Keren banget kan, Toppers?

Book and Bed – Jepang

hotel unik

Pecinta buku, mana suaranya? Nah penginapan satu ini cocok nih buat kamu yang senang dengan buku. Dari depan terlihat seperti rak buku biasa kan? Tapi ketika digeser, kamu bisa tidur di dalamnya! Hostel ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Kamu bisa baca buku sepuasnya, bersantai dan menikmati indahnya buku-buku, bertukar pikiran dengan pengunjung lain. Letaknya juga strategis dari pusat kota Tokyo dan ada sejumlah branch dari hotel ini dengan tema dan yang dapat kamu temukan di sekitaran Jepang. Wajib disambangi bagi kamu yang berencana untuk travelling ke Jepang nih!

Havenkraan van Harlingen – Belanda

hotel unik

Kamu senang mencari pengalaman unik dan baru? Nah, dengan penginapan juga ada kok pengalaman unik, yaitu dengan menginap di Havenkraan van Harlingen, Belanda! Apa itu? Ini adalah sebuah hotel unik. Kamu bisa menghabiskan malam di sebuah crane! Iya, betul, crane yang merupakan alat berat itu. Bingung? Nah, hotel ini didesain khusus dari sebuah crane yang tidak digunakan lagi. Kamu bisa nikmati indahnya panorama laut Harlingen dari jendela penginapan ini, dan penginapan ini disulap dari ruang kontrol dan ruang mesin alat berat derek. Tak perlu takut dan khawatir karena fasilitas yang diberikan terbaik, dengan standar tinggi.

Vuurtoren van Harlingen – Belanda

hotel unik

Berikutnya adalah hotel dengan lokasi yang sama, adalah Vuurtoren van Harlingen. Dahulu, tempat ini merupakan mercusuar bagi kapal-kapal melintas di laut provinsi Frisland, Belanda. Namun, setelah 75 tahun beroperasi, tepatnya pada tahun 1998 mercusuar ini tidak digunakan lagi, dan dialihfungsikan menjadi sebuah penginapan untuk dua orang. Kamu perlu merogoh kocek sekitar € 319-349 untuk menghabiskan semalam di hotel mercusuar ini. Aduh, jadi penasaran ya gimana rasanya menginap di sebuah mercusuar?

Sekeping Serendah – Malaysia

hotel unik

Bosan dengan suasana liburan biasa di perkotaan dan laut? Penginapan anti mainstream selanjutnya terletak di hutan!  Terdiri dari berbagai gubuk-gubuk eksklusif, penginapan ini terletak tidak jauh dari Kuala Lumpur, Malaysia. Kamu hanya perlu menempuh perjalanan sejauh 1 jam untuk menikmati keindahan alami dan rasakan nikmatnya kontak langsung dengan udara segar dan belum terkontaminasi polusi perkotaan. Cocok bagi kamu yang muak dengan kemacetan jalanan dan menginginkan kedamaian ketika liburan!

Lokasi Penginapan yang Strategis Saat Berlibur ke Hongkong

Layaknya di daerah-daerah lain, lokasi strategis untuk tempat menginap adalah yang tidak jauh dari tempat-tempat wisata maupun spot populer di kawasan tersebut. Selain itu, lokasi yang pas untuk dijadikan tempat bermalam adalah di dekat pusat-pusat transportasi karena akan memudahkan wisatawan untuk mengakses daerah lainnya. Di Hong Kong sendiri, ada banyak lokasi menginap yang diklaim sangat strategis. Berikut beberapa di antaranya.

Germany Hostel - www.hostels.com/
  • Kowloon. Ini merupakan kawasan perkotaan yang terdiri dari Semenanjung Kowloon dan New Kowloon. Memiliki populasi penduduk sekitar 2 juta orang dengan kepadatan penduduk 43 ribu per km2, Kowloon punya akses yang mudah ke berbagai lokasi wisata di Hong Kong, mulai Plaza Hollywood, Telford Plaza, hingga Wonderful World of Whampoa. Di samping itu, tempat ini juga terhubung dengan daerah bisnis, perumahan, dan kompleks transportasi, seperti International Commerce Centre, MTR Kowloon Station, dan Airport Express.
  • Yau Tsim Mong District. Terletak di pusat kota Hong Kong, Yau Tsim Mong District menyediakan akses yang mudah ke berbagai spot populer seperti Chungkung Mansion (100 meter), Nathan Road (300 meter), iSQUARE (500 meter), dan K11 Shopping Mall (1,8 km). Selain itu, tempat ini juga menyediakan beberapa penginapan terjangkau, salah satunya V Inn Hotel dengan tarif mulai Rp330 ribuan per malam.
  • Nathan Road. Ini merupakan salah satu jalan yang sangat sibuk di Hong Kong. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan karena menyediakan banyak tempat belanja yang sangat menarik. Di samping itu, Nathan Road juga bersimpangan dengan Salisbury Road, yang akan menghubungkan dengan jalan lain yang tidak kalah ramainya, seperti Kwun Tong, Prince Edward, Mong Kok, Yau Ma Tei, dan Jordan.
  • Distrik Wan Chai. Dikenal sebagai lokasi pesta di Hong Kong, Wan Chai merupakan tempat yang menyenangkan untuk berjalan-jalan dan berbelanja. Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan banyak toko rotan dan mebel terbaik, toko pakaian dengan harga kompetitif, hingga toko hardware komputer. Di tempat ini juga, ada berbagai jenis akomodasi dengan tarif bersaing, seperti Walden Hotel, Mingle Place by The Park, dan Mingle Place with The Star, dengan tarif mulai Rp600 ribuan per malam.
  • Causeway Bay. Ini adalah lokasi yang cukup populer di kalangan wisatawan asal Indonesia. Ketika Anda datang ke kawasan ini, Anda akan menemukan banyak warga Tanah Air yang mencari nafkah di Hong Kong. Di samping itu, di Causeway Bay, terdapat Kantor Kedutaan Indonesia, tepatnya di Leighton Road. Nah, jika Anda membutuhkan akomodasi, tersedia beragam penginapan, salah satunya apartemen Ibu Lily yang dikelola, juga, oleh orang Indonesia.

Ingin Memesan Sarapan Telur Di Hotel? Ini Istilahnya

Saat Anda sedang berada di dalam sebuah hotel dan saat itu Anda ingin memesan makanan. Anda pasti akan pergi ke cafe ataupun kantin yang ada di hotel tersebut.

Menu apakah yang akan Anda pesan? pastinya bermacam-macam. Namun, jika Anda ingin memesan sebuah olah dari telur awas nanti salah pesan ya, dikarenakan dalam permbuatan olahan telur pun ada berbagai macam nama menu lho.

Misalnya kalau Anda sering menonton acara memasak dalam sebuah televisi pasti Anda tak asing dengan kalimat Medium Rare, Medium, Medium Well dan Well Done. Ya, itu adalah sebutan untuk tingkat kematangan sebuah steak dalam istilah memasak.

Berbeda halnya jika Anda ingin memesan sebuah olahan telur di sebuah hotel untuk sarapan. Ternyata ada kata kunci yang biasa dipakai oleh juru masakan yang ada di sebuah restoran. Arti istilah dalam kematangan dalam memasak telur di sebuah hotel:

1. Sunny Side Up

Sunny Side Up EggTelur tidak dibalik. Kuning telur tidak pecah. Permukaan atas telur terlihat masih berlendir atau basah (runny).

2. Over Easy

Over Easy

Telur dibalik. Putih telur tidak dimasak matang, masih terlihat berlendir (slimy). Kuning telur tidak pecah, lembek (soft) dan basah (runny) atau encer (liquid).

Sebutan lain: over light, runny, sunny side down, dippy eggs atau dip eggs (oleh orang-orang Maryland, dan oleh orang-orang Pennsylvania keturunan Belanda yang tinggal di Pennsylvania selatan. Hal ini karena kebiasaan makan dengan mencelupkan (dip) roti bakar ke dalam kuning telur), dan treasure eggs (Pennsylvania barat daya)

3. Over Medium

Over Medium

Telur dibalik. Putih telur dimasak cukup matang. Kuning telur tidak pecah dan masih lembek (soft).

4. Over Hard

Over Hard

Telur dibalik. Putih dan kuning telur dimasak sampai benar-benar matang (fully cooked).